Berita Aktual

Temuan Besar di Awal Tahun, BPOM Sita Kosmetik Ilegal senilai 30 Miliar Rupiah di Jakarta Barat

25 Januari 2019 18:14 WIB Dilihat 389 Kali Humas & DSP

Jakarta – Di awal tahun 2019, BPOM berhasil menyita dan mengamankan kosmetik tanpa izin edar/ilegal di wilayah Jakarta Barat. Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM dan Biro Korwas PPNS Bareskrim POLRI, Rabu malam (23/01) menggerebek empat lokasi yang diduga memproduksi dan mengedarkan kosmetik ilegal termasuk palsu di Perumahan Taman Surya, Ruko Daan Mogot Baru, Komplek Citra Business Park, dan Taman Surya Molek.

Dari empat lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai barang bukti antara lain bahan baku kosmetik, bahan kemasan, produk ruah, produk jadi kosmetik, alat produksi, kendaraan, dan dokumen dengan nilai keekonomian diperkirakan mencapai 30 miliar rupiah. Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah mengemas kembali sabun lokal yang memiliki izin edar BPOM menjadi seolah-olah produk impor dengan merek kosmetik terkenal dan memproduksi kosmetik palsu.

“Empat lokasi tersebut disinyalir merupakan satu rangkaian yang saling berhubungan. Distribusinya tidak hanya di pulau Jawa, tetapi sampai ke kota-kota besar di Pulau Kalimantan dan Sulawesi seperti Banjarmasin dan Makassar,” Jelas Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito saat memberikan keterangan pers di tempat kejadian perkara, Jumat (25/01). Dalam acara tersebut, Kepala BPOM menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini juga adalah salah bentuk edukasi kepada masyarakat, serta mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhagi-hati dalam membeli kosmetik, terutama untuk pembelian secara online.

Deputi Bidang Penindakan BPOM, Hendri Siswandi menjelaskan bahwa temuan ini adalah hasil laporan masyarakat serta pemeriksaan BPOM di seluruh Indonesia. “Dari pelaporan dan pemeriksaan, kami melakukan penelusuran ke beberapa tempat dan pada hari ini kami menemukan adanya pemalsuan beberapa merek kosmetik yang sudah ada,” jelas Hendri Siswadi.

Dari hasil pengungkapan, diketahui bahwa tersangka yang berinisial DJ telah melakukan bisnis kosmetik ilegal di lokasi tersebut sejak awal 2018, diperkirakan omzet yang didapatkan mencapai 200 juta rupiah per bulan. “Jumlah yang kami temukan sebanyak 53 item terdiri dari 679.153 pcs produk dengan nilai keekonomian mencapai 30 miliar rupiah," tambah Hendri Siswadi.

“Ada beberapa produk dengan merek-merek besar yang dipalsukan. Nantinya kita akan berkoordinasi dengan pemilik merek tersebut untuk membuktikan adanya proses pemalsuan," tegas Kepala BPOM. Tingginya angka demand di masyarakat terhadap kosmetik menjadikan kosmetik sebagai sasaran empuk dari para pelaku kejahatan.

Menutup penjelasannya, Penny K. Lukito kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu waspada dalam memilih produk kosmetik. "BPOM akan selalu melakukan pengawasan, memastikan produk-produk yang beredar aman. Untuk masyarakat, pastikan kosmetik yang dibeli adalah kosmetik yang aman dan bermutu, pastikan pula legalitas serta keasliannya dan selalu ingat Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa." tutupnya. (HM-Bayu)

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan