Berita Aktual

Konsumen Cerdas Dalam Memilih Obat dan Pangan Yang Aman

4 Februari 2019 17:01 WIB Dilihat 419 Kali Balai Besar/Balai POM » Kupang

Sebanyak 62 siswa dan 11 guru SMP Surya Mandala mengikuti pembelajaran  bersama tim Balai POM Kupang pada Rabu, 30 Januari 2019. Acara diawali dengan ucapan selamat datang bagi tim Balai POM Kupang, dilanjutkan dengan doa bersama. Sambutan disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Surya Mandala (Bendelina Mata, S.Pd.). Kegiatan Workshop Penyebaran Informasi dibuka secara resmi oleh Drs. Yoseph Nahak, Apt., M.Kes. mewakili Kepala Balai POM di Kupang.

Materi pertama yang disampaikan tentang "Keamanan Pangan" dan “Cerdas Menggunakan Obat" disampaikan oleh Ruth Diana Laiskodat, S.Si., Apt., MM. Pada acara pembukaan, Balai POM di Kupang memberikan bahan edukasi kepada pihak sekolah agar digunakan sebagai bahan bacaan sebelum masuk kelas. SMP Surya Mandala memiliki jadwal literasi (membaca buku) 15 menit sebelum masuk dalam jam belajar mengajar.

Dalam pemaparan materinya, narasumber menyampaikan ke siswa bahwa pangan yang aman harus bebas dari 3 bahaya, yaitu: bahaya biologis, bahaya kimia, dan bahaya fisik. Bagaimana agar pangan bebas dari 3 bahaya? Pertama: menghindari bahaya biologis, siswa jajan harus di tempat bersih, penjual bersih dan penjaja tidak menyentuh makanan secara langsung dengan tangan tetapi menggunakan penjepit yang bersih. Kedua: menghindari bahaya fisik, jajanan yang dibeli harus ditutup agar tidak terkena debu atau kotoran lain, tempat produksi harus bersih, jangan biarkan hewan peliharaan masuk ke dalam ruang produksi pangan atau dapur. Ketiga: menghindari bahaya kimia, jajanan tidak boleh berwarna mencolok, pangan seperti bakso tidak terlalu kenyal atau kerupuk tidak kesat di lidah saat dikonsumsi, tidak membungkus makanan dengan kertas bekas atau plastik berwarna. Peserta juga diingatkan untuk memperhatikan 7 syarat label pada label kemasan agar terhindar dari produk ilegal, rusak, tidak aman.

Materi kedua mengenai Cerdas Menggunakan Obat. Siswa diajarkan untuk membeli obat bebas dan bebas terbatas di toko obat dan apotik. Obat keras harus dibeli dengan resep dokter dan hanya dapat dibeli di apotek, rumah sakit, dan puskesmas.

Pada label obat tercantum beberapa informasi yang perlu dibaca dan diketahui siswa seperti aturan pakai, dosis, kedaluwarsa, nomor batch dan tanggal produksi, efek samping ,penyimpanan, dan peringatan mulai P1 sampai dengan P6 bagi obat bebas terbatas. Siswa diajarkan agar selalu membaca label pada kemasan obat dan bila membeli di toko obat atau apotik diminta bertanya kepada asisten apoteker atau apoteker agar tahu cara menggunakan obat dengan tepat dan benar. Terdapat beberapa aturan pakai obat, yaitu: obat diminum sesudah makan, obat diminum sebelum makan, dan obat diminum bersamaan saat makan. Agar fungsi obat menjadi maksimal, siswa harus minum obat sesuai aturan pakai yang seharusnya.

Setelah penyampaian materi, diberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi. Pertanyaan yang dilontarkan siswa diantaranya: apakah definisi obat, mengapa harus ke dokter jika obat keras dapat dibeli di apotek, obat bebas terbatas dapat dibeli di toko obat, obat bebas dapat dibeli di apotek, toko obat atau toko kelontong? Apakah minum obat dapat menyebabkan over dosis bila tidak sesuai aturan? Dengan beberapa pertanyaan tersebut, siswa memahami materi yang disampaikan dan bagi siswa yang kurang paham dapat ditanyakan di sesi diskusi.

Di akhir acara Workshop Penyebaran Informasi mengenai Pangan dan Obat, pihak sekolah mengucapkan terima kasih kepada Balai POM di Kupang karena berkenan memberikan pembelajaran bagi siswa dan guru.

Jadilah konsumen cerdas, baca label sebelum membeli dan mengonsumsi obat dan makanan yang aman dan bermutu.

Balai POM di Kupang