Berita Aktual

Bersama Badan POM, Wujudkan Obat dan Makanan Aman di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

23 Maret 2019 11:59 WIB Dilihat 239 Kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

BEKASI. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap keamanan, khasiat dan mutu Obat dan Makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) terus menerus menggalakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat dan lintas sektor kepada masyarakat, salah satunya masyarakat di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada hari Rabu, 20 Maret 2019. Pada kegiatan tersebut, Badan POM melalui Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan (Pusdatin), mengajak sekitar 200 orang masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dalam memilih Obat dan Makanan sehingga diharapkan masyarakat mampu melindungi diri dari produk Obat dan Makanan yang tidak memenuhi ketentuan dan berisiko terhadap kesehatan.

Pembukaan acara KIE oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Drg. Putih Sari. Dalam pembukaannya, beliau mengajak masyarakat untuk dapat berperan serta dalam menjaga dan mengawasi obat dan makanan yang beredar, sehingga makanan yang dikonsumsi sehari-hari aman dan terpercaya. Pihaknya juga tengah merancang undang-undang pengawasan obat dan makanan untuk mendukung pengawasan yang dilakukan oleh BPOM di seluruh Indonesia.

Kepala Pusdatin Badan POM, Roby Darmawan menyampaikan, untuk menjadi konsumen yang cerdas sebelum membeli Obat dan Makanan perlu Cek KLIK: Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa. “Sebelum membeli produk harus dicek terlebih dahulu, jika kemasan penyok, rusak dan sudah terbuka, jangan dibeli, kalau perlu laporkan saja ke Badan POM”, jelasnya.

Turut hadir Dra. Edah Zubaedah Saputra, Apt, Kepala Bidang Pemeriksaan Balai Besar POM di Bandung yang menyampaikan materi kosmetik. Kosmetika yang berbahaya dapat memberikan dampak buruk seperti alergi, iritasi, bahkan dapat menyebabkan kanker. “Jika sudah ada tanda-tanda ketidakcocokkan terhadap kosmetik, hentikan, identifikasi bahaya, segera periksa ke dokter. Bisa jadi karna mengandung bahan berbahaya atau kulit yang tidak cocok dengan bahan pada kosmetik tersebut”, terangnya.

Para peserta begitu antusias dalam mengikuti kegiatan ini dengan partisipasi aktif dalam mengajukan beberapa pertanyaan. Peserta diharapkan memahami dan sadar tentang pentingnya mengkonsumsi Obat dan Makanan yang aman serta dapat menyampaikan pengetahuan ini kepada orang yang ada di sekitarnya.