Berita Aktual

Dialog Interaktif RRI : Fenomena AKAR BAJAKAH, dari prestasi ‘Wah’ hingga membuat Resah

22 Agustus 2019 07:04 WIB Dilihat 686 Kali Balai Besar/Balai POM » Palangka Raya

Hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 Balai Besar POM di Palangka Raya memenuhi undangan sebagai Narasumber pada acara Dialog Interaktif RRI Kalteng Menyapa dengan tema : Peran BPOM dalam Menyikapi Fenomena Akar Bajakah. Hadir sebagai narasumber Kepala Balai Besar POM di Palangka raya Ibu Dra. Trikoranti Mustikawati, Apt. dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi BBPOM di Palangka Raya Bapak Drs. Zulfadli, Apt. Fenomena Akar Bajakah yang sedang viral khususnya di Kalimantan Tengah hingga diluar pulau Kalimantan ini berawal dari prestasi siswa-siswi SMA N 2 Palangka Raya yang berhasil mendapatkan Medali Emas pada ajang World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan. Putra-putri Dayak tersebut dengan bimbingan Ibu Guru Helita, M.Pd melalui Karya Ilmiah yang disusun mengenalkan Akar Bajakah yang tumbuh di tanah Kalimantan Tengah sebagai tumbuhan obat yang memiliki potensi sebagai Anti-kanker. Karya ilmiah ini diawali dari ide pencarian tumbuhan berkhasiat asli Kalimantan Tengah yang diyakini secara empiris telah digunakan turun temurun sejak lama oleh masyarakat pedalaman. Didapatlah tumbuhan Akar Bajakah ini yang telah dibuktikan oleh masyarakat yang mengkonsumsi dapat mengatasi penyakit kanker payudara yang dideritanya.

Dibalik prestasi membanggakan tersebut, munculah reaksi masyarakat khususnya di Kota Palangka Raya yang berlebihan dalam menyikapi fenomena ini. Sehingga sekarang sangat banyak ditemukan dipinggir-pinggir jalan hingga di media sosial (secara online) masyarakat yang menjual akar dan batang yang diklaim sebagai Bajakah yang digunakan dalam penelitian tersebut. Tak sedikit permintaan masyarakat di luar Kalimantan Tengah yang secara besar-besaran ingin membeli akar bajakah untuk dikonsumsi oleh para penderita Kanker. Padahal perlu diketahui bahwa penelitian Tim Karya Ilmiah Siswa-siswi SMA N2 Kota Palangka Raya masih dalam tahap sangat awal untuk dapat dikatakan sebagai Obat Kanker. Kemudian ada lebih dari 200 jenis dari Akar Bajakah yang ada di Kalimantan Tengah dan tidak semua orang mengetahui jenis Akar Bajakah yang mana yang digunakan pada penelitian siswa-siswi tersebut.

Menanggapi fenomena Akar Bajakah ini, Kepala BBPOM di Palangka Raya menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kalimantan Tengah agar tidak berlebihan dalam menyikapi hasil penelitian karya ilmiah tersebut. Mengingat butuh proses yang sangat panjang dan mendalam untuk sebuah tumbuhan dapat diklaim menjadi Obat yang menyembuhkan penyakit tertentu. Mulai dari penggunaan jenis tumbuhan yang jelas melalui uji taksonomi biologi. Uji fitokimia diperlukan untuk standarisasi bahan baku tersebut, kemudian masuk dalam tahap uji pra-klinis  (uji toksisitas dan uji farmakologi pada hewan percobaan) untuk dievaluasi keamanan dan khasiat tumbuhan tersebut pada berbagai dosis. Jika hasil pada uji pra-klinis sudah didapatkan, proses selanjutnya adalah tahap formulasi sediaannya yang sesuai agar dapat digunakan pada uji klinis. Uji klinis terhadap manusia memiliki proses yang panjang juga mulai dari Fase 1 hingga 4 dengan pengawasan ketat dari tenaga kesehatan.

Peran utama BBPOM di Palangka Raya dalam hal ini adalah memberikan dukungan secara penuh apabila Tim Karya Ilmiah Akar Bajakah ini akan mengembangkan Produk Akar Bajakah untuk menjadi produk Obat Tradisonal yang dapat diedarkan secara luas dan digunakan oleh masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui pendampingan dan bimbingan tentang Cara Produksi Obat Tradisonal yang Baik.

Setelah acara Dialog Interaktif dilakukan, Kepala BBPOM di Palangka Raya Ibu Dra. Trikoranti Mustikawati, Apt langsung meninjau lokasi penjualan akar dan batang yang klaim sebagai Bajakah dipingging-pinggir jalan Kota Palangka, dalam rangka memberikan himbauan kepada para penjual untuk lebih bijak dalam menyikapi fenomena ini. Mengingat eksploitasi tumbuhan akar bajakah yang terjadi secara besar-besaran oleh masyarakat awam yang memanfaatkan fenomena Akar Bajakah ini untuk meraup keuntungan.

”Mari Bersama Kita Jaga Kekayaan Hayati di Bumi Tambun Bungai, Kalimantan Tengah”

BBPOM di Palangka Raya