Berita Aktual

Kepala Badan POM RI: Promosikan Obat Tradisional Indonesia di Tingkat Global

24 Agustus 2019 10:44 WIB Dilihat 443 Kali Humas & DSP

Gansu – Setelah bulan Juli kemarin Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito beserta jajaran hadir pada The 27th Annual Meeting of International Congress on Nutrition and Integrative Medicine (ICNIM) di Sapporo, Jepang, kali ini bertolak ke Tiongkok untuk menghadiri The 2nd China (Gansu) Traditional Chinese Medicine Industry Expo 2019. Kehadiran Badan POM ini bertujuan untuk mendukung riset dan inovasi serta membangun jejaring riset dan produksi obat herbal berkualitas.

 

The 2nd China (Gansu) Traditional Chinese Medicine Industry Expo merupakan sebuah forum atau pameran yang membahas tentang obat tradisional khususnya yang berasal dari Tiongkok. Penyelenggaraan Gansu TCM Expo didasari oleh semangat proyek One Belt One Road (OBOR), yang bertujuan membuka keran konektivitas dagang antar negara di Eropa dan Asia melalui jalur sutra maritim.

 

Kepala Badan POM menjelaskan bahwa melalui The 2nd China (Gansu) Traditional Chinese Medicine Industry Expo 2019, Badan POM secara tidak langsung memanfaatkan proyek One Belt One Road (OBOR) untuk memperkenalkan serta mempromosikan keunggulan dan kemanfaatan obat tradisional Indonesia kepada sekitar 500 perusahaan dan 3000 orang tamu undangan dari berbagai belahan dunia yang hadir dalam expo ini.

 

“Melalui expo ini, Badan POM dapat mempelajari kebijakan dan pengembangan industri obat tradisional Tiongkok untuk menjadi referensi bagaimana obat tradisional Indonesia dapat dikembangkan dengan kualitas yang memenuhi standar dan menjadi ujung tombak pengembangan ekonomi daerah dan nasional,” ungkap Penny K. Lukito. Hal ini sejalan dengan prioritas utama Badan POM untuk dapat menaikkan nilai ekonomi Indonesia melalui pengembangan industri jamu nusantara,” lanjutnya. Tiga perusahaan Indonesia yaitu PT. Borobudur, PT. Leo Agung, dan PT. Harvest Gorontalo turut menyemarakkan expo ini dengan mempromosikan berbagai produk obat tradisional hasil produksinya.

 

Kepala Badan POM menekankan pentingnya menciptakan pendekatan inovatif untuk mempercepat pengembangan obat tradisional dari bahan alami sampai dengan pengembangan fitofarmaka, yaitu obat berbahan alam yang sudah lulus uji klinis.

 

Tahun 2019, Badan POM telah menyusun kegiatan strategis untuk melestarikan obat tradisional atau yang dikenal: Jamu sebagai Budaya Asli Indonesia, diantaranya melalui penyelenggaraan International Seminar and Expo Jamu dan Fitofarmaka. “Seminar ini akan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dengan narasumber dari pengguna dan peneliti jamu, serta pelaku usaha jamu yang sudah merambah pasar internasional. Seminar juga akan dirangkaikan dengan Expo Jamu dan Fitofarmaka yang akan diikuti oleh pelaku usaha dalam dan luar negeri,” jelas Penny K. Lukito.

 

“Penyederhanaan peraturan dengan tetap menjaga aspek keamanan, kemanjuran, dan kualitas juga memainkan peran penting dalam mempercepat pengembangan industri obat tradisional berkualitas yang akan meningkatkan tidak hanya aspek kesehatan namun juga meningkatkan volume perdagangan dalam negeri maupun ekspor yang mendukung pengembangan ekonomi daerah dan nasional. Semoga forum ini dapat memberikan masukan tentang bagaimana cara bersinergi dan berkolaborasi untuk mengembangkan obat tradisional di lingkup regional dan global.” tutup Kepala Badan POM. (HM-Nelly)

 

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan