Berita Aktual

BPOM terus kawal UMKM Pangan, guna menunjang Ketahanan Pangan Selama Pandemi COVID-19

22 Juni 2020 16:49 WIB Dilihat 586 Kali Humas & DSP

Jakarta - “Pada kondisi pandemi COVID-19 sekarang ini, tren produk pangan steril komersial yang dikembangkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki nilai lebih dalam hal penyimpanan karena dapat disimpan pada suhu ruang tanpa memerlukan perlakuan khusus sehingga kerusakan selama penyimpanan dapat diminimalkan.” Demikian disampaikan Deputi Bidang Pengawasan Pangan, Reri Indriani dalam arahannya pada acara Bimbingan Teknis (bimtek) untuk UMKM Pangan, Senin, (22/6).

 

Bimtek yang diselenggarakan secara virtual tersebut dilaksanakan selama 2 hari dan diisi paparan oleh beberapa narasumber antara lain Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan POM, Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru Badan POM, perwakilan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Eko Hari Purnomo., MSc, serta perwakilan pelaku usaha Titiek Sudarti.

 

Reri Indriani menyebutkan bahwa UMKM yang memproduksi pangan steril komersil atau pangan olahan dengan umur simpan produk lama dan memiliki nilai mutu dan gizi baik, serta aman untuk dikonsumsi dapat menjadi salah satu penunjang ketahanan pangan masyarakat Indonesia. Keberadaan produk pangan steril komersial ini dapat meningkatkan daya saing UMKM.

 

Oleh karena itu, Badan POM melakukan pengawalan secara intensif terhadap pemenuhan persyaratan keamanan pangan yang diproses melalui sterilisasi komersial. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan risiko terbentuknya toksin botulin akibat germinasi spora bakteri Clostridium botulinum pada produk yang tidak mendapatkan panas yang cukup pada proses sterilisasi, dimana toksin ini bersifat neurotoksik dan dapat membahayakan jiwa konsumen.

 

“Pelaku usaha pangan merupakan pemeran dan penanggung jawab utama dalam menjamin keamanan produknya dan berkewajiban untuk mengawasi produknya agar secara konsisten memenuhi ketentuan,” tegas Reri Indriani.

 

Penyelenggaraan bimtek ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan World Food Safety Day yang jatuh pada tanggal 7 Juni 2020. Peserta bimtek adalah industri UMKM Pangan Steril Komersial seluruh Indonesia, diutamakan yang produknya telah terdaftar di Badan POM. Penjaringan peserta dilakukan dengan melibatkan inkubator bisnis, fasilitas sterilisasi dan koperasi gabungan UMKM, antara lain Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jogja, LIPI Cibinong, Koperasi UMKM WUBI (Wirausaha Unggulan Bank Indonesia) Batam dan Sentra Rendang Payakumbuh. Selain itu, bimtek ini juga diikuti oleh perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM yang pada area pengawasannya terdapat sarana produksi Pangan Steril Komersial yang disterilisasi setelah dikemas.

 

Pada bimtek ini dirancang sesi peningkatan kompetensi berupa pengetahuan mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan kecukupan panas pangan steril komersial yang disterilisasi setelah dikemas. “Seluruh peserta bimtek diharapkan dapat memahami kaidah-kaidah CPPOB dan proses thermal in container sterilization sebagai langkah awal untuk mengawal keamanan dan ketahan pangan selama masa pandemi COVID-19 ini.” tutup Reri Indriani. (HM-Rahman)

 

Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan