Berita Aktual

Badan POM dan SFDA Perkuat Kerja Sama di Bidang Pengawasan Obat dan Makanan

14 Agustus 2020 10:36 WIB Dilihat 808 Kali Humas & DSP

Jakarta - Untuk memperkuat kerja sama di antara Otoritas Regulator Obat dan Makanan Indonesia dan Arab Saudi, Badan POM dan SFDA menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pengawasan, Kualitas, dan Keamanan Pangan dan Produk Obat, Kamis (13/08). MoU ditandatangani secara desk to desk oleh H.E. Prof. Hisham bin Saad Aljadhey, CEO SFDA di Riyadh dan Penny K. Lukito, Kepala Badan POM RI di Jakarta. MoU ini memiliki arti penting dan historis yang menandai secara resmi dimulainya kerja sama di bidang Obat dan Makanan diantara Otoritas Regulator Obat dan Makanan Indonesia dan Arab Saudi.

 

MoU ini akan semakin memperkokoh hubungan yang sudah terjalin erat dan sangat baik di antara kedua Otoritas Regulator, sejak kedua kepala lembaga bertemu secara bilateral di sela-sela The First Meeting of the Heads of National Medicines Regulatory Authorities of OIC Member Countries pada 22 November 2018 lalu di Jakarta.  Hubungan erat tersebut semakin diperkuat pada pertemuan bilateral kedua di Riyadh di sela-sela The 3rd SFDA Annual Conference and Exhibition. Melalui kesepakatan kerja sama ini, kedua Otoritas Regulator akan memulai kerja sama konkret di bidang pengawasan Obat dan Makanan.

 

“Sebagai National Competent Authority di kedua negara, MoU ini juga akan menjadi platform untuk dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan perdagangan antara kedua negara, khususnya ekspor pangan dari Indonesia ke Arab Saudi,” jelas Kepala Badan POM.

 

Pada kesempatan tersebut, CEO SFDA menyampaikan apresiasi dan rasa optimis bahwa MoU ini akan meningkatkan kapasitas regulator baik secara substansi teknis maupun pengembangan organisasi yang berkualitas dan mandiri dalam pengawasan Obat dan Makanan di kedua negara. 

 

Sebagai langkah awal, kedua instansi akan membentuk kelompok kerja teknis sebagai forum untuk membahas berbagai program dan kegiatan konkret untuk mengimplementasikan berbagai area kerja sama MoU, termasuk merespon tantangan penanganan pandemi COVID-19 dari perspektif Regulator Obat dan Makanan.

 

Lebih jauh, dengan MoU ini diharapkan dapat memperkuat komitmen Otoritas Regulator dari negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersama-sama mendukung berbagai rencana aksi ketersediaan obat dan vaksin yang berkualitas, aman, bermutu, dan terjangkau, dengan memperkuat fungsi regulatori dan meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi vaksin di Negara Anggota OKI sesuai Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi NMRAs OKI OKI 2019 – 2021 yang telah diadopsi oleh pertemuan Islamic Conference of Health Ministers (ICHM) ke-7 di Abu Dhabi tahun 2019 lalu.