Berita Aktual

Badan POM Terbitkan Pembaruan Informatorium Obat COVID-19 sebagai Acuan Tenaga Kesehatan

3 Desember 2020 13:29 WIB Dilihat 1169 Kali Kerjasama dan Humas

Jakarta - Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) masih menjadi permasalahan kesehatan di banyak negara, termasuk Indonesia. Dampak pandemi dirasakan oleh berbagai kalangan khususnya sektor pelayanan kesehatan yang menempati posisi kunci dalam memberikan layanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat.

 

Selaku regulator dan pengawas mutu, keamanan, dan khasiat obat, Badan POM menyadari pentingnya ketersediaan informasi obat yang lengkap sebagai acuan bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19. Dengan dukungan Tim Ahli dari berbagai latar belakang di bidang kesehatan seperti klinisi, farmakolog, akademisi, dan lainnya, Badan POM kembali menyusun informasi terkait obat-obat utama untuk penanganan COVID-19. Sebelumnya, informatorium edisi pertama telah diterbitkan pada bulan Maret 2020

 

“Pembaruan Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia sangat perlu dilakukan,” jelas Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam sambutannya pada acara “Peluncuran Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia Edisi 2 dan Publikasi Pelayanan Publik dan Pengawasan Obat Selama Pandemi”, di Aula Gedung C Badan POM, Kamis (03/12). “Pembaruan Informatorium ini dapat memberikan informasi yang up to date sebagai referensi bagi tenaga kesehatan di seluruh Rumah Sakit Rujukan COVID-19 dan sarana kesehatan lainnya di Indonesia dalam penanganan COVID-19,” lanjutnya pada pertemuan yang dilaksanakan secara daring dan luring tersebut.

 

Kepala Badan POM menambahkan pentingnya pembaruan mengingat informasi terkait khasiat dan keamanan obat untuk penanganan COVID-19 bersifat dinamis mengikuti perkembangan penelitian obat COVID-19 terkini. Tak hanya itu, ilmu pengetahuan yang lebih mendalam terkait karakteristik SARS-CoV-2, dan pembaruan tata laksana penanganan COVID- 19, baik yang berlaku di Indonesia maupun di berbagai negara menambah daftar kewajiban Badan POM untuk segera memperbaharui Informatorium Obat COVID-19.

 

Tak hanya informatorium, dalam kesempatan yang sama Badan POM juga menyosialisasikan empat Pedoman Pelayanan Publik dan Pengawasan Obat selama Pandemi COVID-19 yang terdiri dari Panduan Pemasukan Obat Melalui Jalur Khusus (Special Access Scheme/SAS); Panduan Pengajuan dan Pelaksanaan Uji Klinik Selama Pandemi COVID-19; Panduan Farmakovigilans dan Pengawasan Mutu Vaksin COVID-19; serta Pedoman Pendistribusian Vaksin COVID-19. Selain itu, terdapat 1 (satu) panduan terkait penerapan persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di industri farmasi yang juga akan disosialisasikan pada acara ini, yaitu Questions & Answers (Q&A) Implementasi Pedoman CPOB 2018.

 

Pada acara tersebut, hadir Perwakilan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri, Perwakilan World Health Organization (WHO) Indonesia, Asosiasi/Perhimpunan Dokter Ahli, Perwakilan Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia, Perwakilan Perguruan Tinggi serta Para Tim Ahli dalam Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia Edisi 2.

 

“Semoga sinergi yang terbangun antara kementerian/lembaga yang dikoordinasikan dalam Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dapat mendukung akselerasi penanganan dan penanggulangan COVID-19 di Indonesia dengan tepat dan cepat, dan segera membawa Indonesia bebas dari COVID-19.” harap Kepala Badan POM. (HM-Devi)

 

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan