Berita Aktual

Lebih Jauh Tentang Arak Bali

7 Desember 2020 13:12 WIB Dilihat 10442 Kali Balai Besar/Balai POM » Denpasar

Arak Bali merupakan minuman beralkohol yang sudah sangat familiar di masyarakat, bahkan  arak merupakan mata pencaharian masyarakat dari berbagai desa adat di Bali terutama di daerah Karangasem dan Buleleng. Berdasarkan data dari Badan POM, Provinsi Bali merupakan produsen arak terbesar di Indonesia dengan total produk yang terdaftar adalah 422 jenis produk. Minuman arak ini pada umumya digunakan oleh masyarakat untuk penghangat badan serta  keperluan upacara adat. Untuk minuman yang mengandung alkohol pemerintah mengatur tata kelola baik produksi maupun distribusinya. Mengacu pada  Peraturan  Presiden RI. Nomor 74 tahun 2013 Tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol disebutkan bahwa :

Minuman Beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol (C2H5OH) yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi yang dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu :

a. Minuman Beralkohol golongan A adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol (C2H5OH) dengan kadar sampai dengan 5% (lima persen).

b. Minuman Beralkohol golongan B adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol (C2H5OH) dengan kadar lebih dari 5% (lima persen) sampai dengan 20% (dua puluh persen)

c. Minuman Beralkohol golongan C adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol (C2H5OH) dengan kadar lebih dari 20% (dua puluh persen) sampai dengan 55% (lima puluh lima persen.

Dalam hal produksi minuman beralkohol diatur melalui aturan meteeri perinduistrian Nomor 17 tahun 2019 tentang Pengedalian dan Pengawasan Industri minuman beralkohol dimana Setiap Perusahan Industri Minuman Beralkohol wajib Memiliki Izin Usaha Industri dan Kegiatan Industri Minuman Beralkohol harus memenuhi ketentuan standar mutu produksi Minuman Beralkohol.

Dalam hal distribusi Minuman Beralkohol diatur sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/ M -DAG/PER/4/2014 tentang Pengedalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan,Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol yang menyebutkan bahwa :

  1. Penjualan Minuman Beralkohol untuk diminum langsung ditempat hanya dapat dijual di : Hotel,Restoran,Bar sesuai dengan Peraturan Perundang – undangan dibidang Kepariwisataan. Dan tempat tertentu lainnya yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota dan Gubenur untuk Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
  2. Penjualan Minuman Beralkohol secara eceran hanya dapat dijual oleh pengecer Pada Toko Bebas Bea ( TBB ) dan Tempat tertentu lainnya yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota dan Gubenur untuk Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  3. Minuman Beralkohol golongan A juga dapat dijual di toko Pengecer berupa Minimarket,Supermarket,hypermarket atau toko pengecer lainnya.

Disamping aturan dalam  produksi,dan distribusi minuman beralkohol juga diatur tentang standar keamanan dan mutu minuman beralkohol  sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor 14 tahun 2016 yang menyebutkan bahwa minuman beralkohol yang diedarkan di wilayah Indonesia baik yang diproduksi di dalam negeri atau asal impor wajib memenuhi standar keamanan dan standar mutu yang ditetapkan, tandar keamanan yang meliputi: batas maksimum kandungan methanol, cemaran mikroba, cemaran kimia dan bahan tambahan pangan.

Pengawasan minuman beralkohol ini menjadi penting karena mengkonsumsi minuman beralkohol ini secara berlebihan dapat menganggu Kesehatan, ketentraman dan ketertiban masyarakat

Mengingat produksi arak di bali cukup masif Pemerintah Provinsi Bali memberikan perhatian khusus terhadap produksi maupun distribusi minuman beralkohol atau Arak Bali, perhatian pemerintah tersebut diwujudkan dalam ketentuan  Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali Menguraikan Minuman Fermentasi dan Destilasi  adalah minuman yang dibuat dari bahan baku lokal secara tradisional dan turun – temurun, dikemas secara sederhana yang mengandung ethil alkohol/etanol ( C2H5OH ) yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan distilasi.

Arak yang diproduksi oleh petani mengacu kepada Peraturan Gubernur Bali No 1 Tahun 2020  pasal 7 menyebutkan bahwa Arak Bali yang diproduksi oleh petani itu adalah sebagai bahan baku yang kemudian disalurkan melaui koperasi,  kemudian koperasi menyalurkan kepada produsen yang memiliki Ijin Usaha Industri sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/ M -DAG/PER/4/2014 tentang Pengedalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan,Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol  dan produsen yang telah memiliki Ijin Usaha Indsutri tersebut wajib memproduksi minimal beralkohol  dengan standar keamanan dan mutu sebagaimana diatur dalam Perarturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 14 Tahun 2016. Produk minuman beralkohol yang sudah memenuhi  standar mutu dan keamanan  akan diberikan ijin edar dari Badan POM agar dapat beredar secara resmi di masyarakat. Disamping ijin edar dari Badan POM minuman beralkohol tersebut harus memiliki pita cukai dari Kementerian Keuangan. Oleh karena itu minuman yang beredar di masyarakat yang sudah memiliki jin edar dan sudah resmi beredar di masyarakat. (Mahentoro)