Berita Aktual

Kepala Badan POM Dorong Rumah Sakit Menjadi Site Uji Klinik untuk Dukung Pengembangan Vaksin Dalam Negeri

17 April 2021 09:16 WIB Dilihat 1422 Kali Kerjasama dan Humas

Bandung – “Banyaknya Universitas, Lembaga penelitian, Rumah Sakit, serta jumlah tenaga medis potensial sebagai peneliti, sebetulnya Indonesia miliki potensi sumber daya populasi dan sumber daya alam yang besar untuk menjadi subjek uji klinik”. Demikian pernyataan yang disampaikan Kepala Badan POM RI, Penny. K. Lukito saat memberikan sambutan pada kegiatan visitasi site uji klinik vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Immanuel Bandung, Jumat (16/04).

 

Kegiatan di RS Immanuel merupakan agenda pembuka Kepala Badan POM dalam agenda kerjanya di Kota Kembang hari ini. Visitasi ini menjadi bagian dari pengawalan dan dukungan yang dilakukan oleh Badan POM terhadap pelaksanaan uji klinik di Rumah Sakit Immanuel sebagai salah satu satelit site uji klinik vaksin COVID-19.

 

Kepala Badan POM menyampaikan bahwa dengan semakin banyaknya fasilitas pelayanan kesehatan atau rumah sakit yang terlibat dalam penelitian atau uji klinik, merupakan hal yang baik untuk membangun iklim penelitian/uji klinik di dalam negeri. Dengan begitu, penelitian terutama dalam rangka pelaksanaan uji klinik di Indonesia dapat terus bertumbuh, sehingga dapat mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan POM berkesempatan untuk meninjau langsung proses pelaksanaan uji klinik di lokasi tersebut, dengan didampingi oleh Direktur Utama RS Immanuel beserta jajarannya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Badan POM yang telah memberikan pendampingan dan fasilitas untuk konsultasi secara berkelanjutan di setiap tahapan proses pelaksanaan uji klinik yang kami lakukan”, ucap Direktur Utama RS Immanuel saat mendampingi kunjungan Kepala Badan POM Bersama jajarannya.

 

Badan POM berkomitmen untuk mendukung semua inisiatif penelitian obat dan vaksin dengan melibatkan banyak rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, untuk menjadi site-site pelaksanaan uji klinik. Dalam hal pengawalan uji klinik, Badan POM telah memberikan pedoman yang cukup jelas melalui Pedoman Cara Uji Klinik yang Baik atau Good Clinical Practice (GCP). Selain itu, juga siap apabila diperlukan untuk memberikan dukungan fasilitas peningkatan kapasitas atau kemampuan dalam pemenuhan dan penerapan GCP melalui pelatihan-pelatihan, diskusi, dan konsultasi.

 

Dengan semakin banyaknya Rumah Sakit yang terlibat dalam penelitian atau uji klinik ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi salah satu Negara yang diperhitungkan untuk menjadi site uji klinik terpercaya di tingkat global. “Semoga RS Immanuel menjadi salah satu penggerak keterlibatan lebih luas rumah sakit swasta lainnya untuk terlibat aktif dalam uji klinik di masa depan”, tutup Kepala Badan POM. (HM-Rahman)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat