Berita Aktual

Jaminan Pengawalan Badan POM Dukung Pengembangan Vaksin Merah Putih

17 April 2021 09:26 WIB Dilihat 1523 Kali Kerjasama dan Humas

Bandung – Badan POM telah memberikan berbagai dukungannya terhadap inisiatif penelitian dan pengembangan vaksin dalam menghadapi pandemi COVID-19, salah satunya Vaksin Merah Putih. Melalui “Konferensi Pers Pengawalan Vaksin Merah Putih” yang diselenggarakan pada hari Jumat (16/04), Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito tegaskan pihaknya mendukung percepatan proses penelitian hingga proses produksi Vaksin Merah Putih. Hal ini dikatakan Kepala Badan POM setelah melakukan kunjungan langsung ke PT. Bio Farma dalam rangka secara langsung mengawal pengembangan Vaksin Merah Putih,

 

Penny K. Lukito menuturkan bahwa proses penelitian Vaksin Merah Putih yang diinisiasi oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman sudah sesuai dengan ketentuan pengembangan vaksin yang disyaratkan Badan POM. Ia turut menjelaskan bahwa penelitian pengembangan vaksin berkewajiban memenuhi standar high-tech dan advance, sehingga semua tahapan harus diikuti dengan hati-hati. Sebagaimana yang diamanatkan oleh Presiden RI perihal pengembangan vaksin ini, yaitu untuk selalu mengedepankan unsur kehati-hatian dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

 

“Kami sudah menerbitkan tools pengembangan vaksin di lembaga riset dan kami menyambut baik bahwa progress sudah berjalan dan tentu kita harus bersabar," ujar Penny K. Lukito yang didampingi oleh Direktur Utama PT. Bio Farma, Honesti Basyir saat melakukan konferensi pers dengan media yang hadir secara daring dan luring. PT. Bio Farma sendiri akan menjadi salah satu Industri Farmasi yang melakukan hilirisasi pengembangan vaksin oleh peneliti-peneliti dari LBM Eijkman di bawah koordinasi Prof. Amin Subandrio sebagai Peneliti Utama.

 

Selain diadakan konferensi pers, Badan POM juga mengunjungi Pusat Riset Vaksin di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga tengah mengembangkan penelitian vaksin COVID-19. Dengan melakukan diskusi langsung bersama peneliti, Badan POM dapat mengidentifikasi permasalahan dan kendala agar solusi dapat diberikan sedini mungkin.

 

"Kita all out membantu agar proses pengembangan Vaksin Merah Putih bisa secepatnya sesuai timeline yang ada atau akan dipercepat, kita lihat nanti progresnya untuk bisa terwujud setiap tahapannya," ungkap Penny K. Lukito yang menjelaskan bahwa Badan POM akan memberikan segala upaya untuk pendampingan, relaksasi, break through dalam setiap tahapannya.

 

Kepala Badan POM juga menekankan pentingnya aspek mutu, keamanan, dan khasiat yang harus dijadikan aspek prioritas dalam perlindungan pada masyarakat. Lebih lanjut, Badan POM akan selalu memberikan pendampingan dan fasilitas untuk konsultasi dalam setiap tahapan pengembangan vaksin merah putih yang dibutuhkan oleh Peneliti dan Industri Farmasi. Dengan begitu, diharapkan mereka dapat memenuhi persyaratan registrasi dan sertifikasi fasilitas pada tahap persiapan untuk proses registrasi produknya hingga dapat diperoleh izin edar.

 

Sebagai informasi, Vaksin Merah Putih merupakan vaksin karya para peneliti di Indonesia yang dikembangkan dari hulu atau awal tahapan pengembangan suatu vaksin baru. Pengembangan Vaksin Merah Putih dilakukan dengan berbagai jenis platform oleh enam (6) institusi, yaitu LBM Eijkman, Universitas Airlangga, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung. Pengembangan Vaksin Merah Putih dengan berbagai platform ini diharapkan dapat memberi pengayaan pengalaman dan juga peningkatan kemampuan Peneliti Indonesia untuk penguasaan teknologi vaksin di masa depan.

 

Di lain sisi, Kepala LBM Eijkman, Amin Subandrio menyatakan bahwa penelitian untuk Vaksin Merah Putih telah memasuki tahap akhir untuk pengembangan bibit vaksin selama 12 bulan. Eijkman saat ini dalam tahap optimasi agar vaksin yang diproduksi berkualitas baik. Selain itu juga, proses pengalihan vaksin dari skala R&D di laboratorium ke skala industri untuk dilakukan uji klinis juga tengah dijalankan.

 

"Proses berikutnya akan lebih banyak dilakukan oleh teman-teman dari Bio Farma. Tentunya, Eijkman tidak langsung lepas tangan, kami akan ikut serta dalam pengembangan selanjutnya sampai uji klinik fase 1, 2, dan 3," jelas Amin Subandrio.

 

Badan POM memperkirakan bahwa Vaksin Merah Putih yang diproduksi PT. Bio Farma sudah dapat menyelesaikan uji klinisnya pada semester I-2022 dan proses produksi juga sudah berjalan pada semester I-2022. Selain produksi PT. Bio Farma, Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Universitas Airlangga bersama Biotis saat ini sudah masuk tahap pre-klinik dan diharapkan sudah masuk uji klinis pada kuartal IV-2021. (HM- Devi)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat