Berita Aktual

Balai POM di Manokwari melakukan benchmarking ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Papua

18 Juni 2021 18:10 WIB Dilihat 357 Kali Balai Besar/Balai POM » Manokwari

Pada tanggal 15 Juni tahun 2021, Balai POM di Manokwari melakukan benchmarking ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Papua yang terletak di Kota Sorong Provinsi Papua Barat, yang telah memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tanggal 10 Desember tahun 2019. Peserta benchmarking dari Balai POM di Manokwari diwakili oleh Kepala Sub. Bagian Tata Usaha yang merangkap sebagai Sekretaris Tim Reformasi Birokrasi, serta perwakilan dari 6 tim area perubahan Reformasi Birokrasi, yaitu Area Manajemen Perubahan, Area Perubahan Tata Laksana, Area Perubahan Sumber Daya Manusia, Area Perubahan Pengawasan, Area Perubahan Akuntabilitas dan Area Perubahan Pelayanan Publik.

Kanwil. Dirjen Bea dan Cukai Khusus Papua, membuka layanan klinik WBK yang terbuka bagi stakeholder yang hendak melakukan konsultasi dan menghendaki sharing knowledge terhadap upaya – upaya Pembangunan Zona Integritas menuju WBK. Sosialisasi dan sharing knowledge dilakukan oleh Kepala Kantor yaitu Bapak Akhmad Rofiq dan oleh Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, sekaligus Plh. Kepala Bidang Kepatuhan Internal yaitu Bapak Antonius Dwi Wijayanto.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Antonius Dwi Wijayanto memaparkan beberapa key point dalam Pembangunan Zona Integritas yaitu Fokus pada pembangunan ZI; Tabel Diferensiasi; Keunggulan dan Perbedaan Unit Kerja; Peta dan Mitigasi Risiko; Pengendalian Proses Bisnis dan SOP; Informasi Publik dan Pengabdian Masyarakat (CSR).

Bapak Akhmad Rofiq melakukan sharing langkah – langkah strategi yang dapat diterapkan pada Balai POM di Manokwari antara lain Komitmen Pimpinan dan seluruh pegawai; Kemudahan pelayanan; Program yang menyentuh masyarakat; Monitoring dan evaluasi; Manajemen media; dan membuat inovasi – inovasi yang unik dan memang dibutuhkan oleh Unit Kerja dalam mendorong perubahan yang nyata di masing – masing area perubahan menuju integritas pegawai sehingga menjadi daya ungkit pada hasil pelayanan kepada masyarakat.

Pada tahun 2020 Balai POM di Manokwari menjadi salah satu Unit Kerja di Badan POM Republik Indonesia yang lolos pada tahap Evaluasi PMPZI (Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas) oleh TPI (Tim Penilai Internal), dengan nilai Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 80,54. Pada komponen hasil penilaian Pemerintah yang bersih dan bebas KKN, Balai POM di Manokwari memperoleh nilai Indeks Persepsi Anti Korupsi (Survey IPAK eksternal) sebesar 3,80 (Memenuhi Syarat), serta menunjukkan persentase temuan hasil pemeriksaan (Internal dan eksternal) yang ditindaklanjuti sebesar 100%. Pada komponen hasil kualitas pelayanan publik, Balai POM di Manokwari memperoleh nilai Indeks Pelayanan Publik (Survei Eksternal berupa Persepsi Kualitas Pelayanan) sebesar 3,67 (Memenuhi Syarat), yang mana hal ini inline dengan hasil Survey Kepuasan Masyarakat terhadap Balai POM di Manokwari yang mencapai nilai 99,09 dengan masuk kategori Mutu Pelayanan A (Sangat Baik). Komponen hasil tersebut mempresentasikan tingkat perkembangan Instansi Pemerintah dalam penerapan budaya antikorupsi, pelaksanaan anggaran secara efektif dan efisien, serta kualitas pelayanan publik.

Pada tahun 2021, Balai POM di Manokwari berkomitmen untuk terus berupaya melakukan perubahan – perubahan untuk meningkatkan kualitas layanan dan integritas organisasi, sehingga diharapkan mampu memperoleh predikat WBK dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.