Berita Aktual

Kepala Badan POM Raih Penghargaan Tokoh Publik Berpengaruh dari MAW Talks Awards 2021

10 Juli 2021 06:01 WIB Dilihat 1565 Kali Kerjasama dan Humas

Jakarta – Di awal paruh kedua tahun 2021, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito kembali menorehkan prestasi. Kali ini Kepala Badan POM meraih penghargaan dari MAW Talk Awards (MTA) 2021 untuk kategori “Tokoh Publik Berpengaruh. Penghargaan ini disampaikan melalui penganugerahan MTA 2021 yang disiarkan secara online melalui tayangan di kanal Youtube MAW Talk pada Hari Jumat (09/07).

MTA 2021 adalah sebuah acara puncak tahunan dari kegiatan MAW Talk selama setahun berjalan. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh dan lembaga di bidang Public Relations (PR), media, dan kepemimpinan, yang memiliki pengaruh kuat, inovatif, dan kinerjanya berdampak luas sepanjang tahun 2021.

MTA 2021 mengusung tema “Komunikasi, Hati, dan Reputasi”. Tema ini menggambarkan fokus MAW Talk tentang nilai fundamental hati sebagai faktor pengaruh penting dalam praktik berkomunikasi. Para tokoh dan lembaga yang terpilih pada ajang ini merupakan para sosok dan lembaga berpengaruh yang dipandang mempergunakan hati dalam setiap karya, tindakan, dan cara berkomunikasi.

Dalam sambutannya, Kepala Badan POM mengapresiasi MAW Talk sebagai media digital yang fokus pada kepemimpinan dan pelayanan publik. “Award ini dapat menjadi motivasi yang baik untuk terus membangun semangat media dan membangun kepemimpinan dalam bersama membangun bangsa melalui komunikasi dengan dan bersama publik”, ujar Kepala Badan POM.

Penny K. Lukito juga menyampaikan terima kasih kepada segenap jajaran Badan POM, mitra kerja, media, dan masyarakat atas dukungan yang diberikan sehingga penghargaan ini berhasil diraih. “Semoga upaya kita bersama melayani, melindungi, dan membangun masyarakat bisa mencapai tujuan bersama, bangsa Indonesia Semakin Maju dan Sejahtera,” tutur Penny K. Lukito menutup sambutannya.

Dengan raihan beberapa penghargaan yang diberikan kepada Badan POM selama 2 tahun terakhir, terlebih di masa pandemi COVID-19 ini, tidak membuat Badan POM diam dan berpuas diri. Hal ini harus dijadikan suatu pecutan semangat yang lebih besar lagi untuk Badan POM dan seluruh jajarannya untuk dapat terus bekerja dan berinovasi lebih baik lagi dalam mengawal Obat dan Makanan aman di Indonesia. (HM-Rahman)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat