Berita Aktual

Penny K. Lukito: “Komunikasi dan Dialog Merupakan Kunci dari Kepemimpinan Saya”

5 September 2021 22:51 WIB Dilihat 1569 Kali Kerjasama dan Humas

Jakarta - Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito hadir sebagai narasumber pada program dialog “Meet The Leader” (MTL) yang diselenggarakan secara online oleh Warga Pengajian Austria (Wapena), Minggu (05/09). Program berdurasi 2 jam tersebut dihadiri oleh anggota Wapena, anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), serta komunitas muslim Indonesia di beberapa negara atau kota di Eropa.

Dalam kesempatan tersebut, Penny K. Lukito membagikan pengalaman yang telah dilalui sepanjang kariernya di dunia Pemerintahan. Penny K. Lukito menuturkan bahwa dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin, Ia lebih mengedepankan sikap demokratis di dalam organisasi.

“Saya banyak membuka diri dalam menjalankan kepemimpinan di Badan POM. Saya banyak bicara dengan pelaku usaha di bidang obat dan makanan. Dari berbagai komplain membangun yang masuk, melalui dialog dengan berbagai pihak, saya dapat memperoleh banyak inspirasi untuk semakin meningkatkan kinerja demi melayani dan melindungi masyarakat,” ungkap Penny K. Lukito.

“Pimpinan harus berani untuk menyuarakan kebaikan dan kebenaran. Bangun sistem birokrasi yang lebih terbuka dengan menerapkan aspek-aspek hospitality, entrepreneurship, dan networking, sehingga dapat men-trigger berbagai peluang dan inovasi untuk organisasi dan pelayanan publik yang lebih baik”, lanjutnya.

Beliau juga berbagi pengalaman dan kiat-kiat kepempimpinannya selama beliau memimpin Badan POM dalam lima tahun terakhir. Menurut Penny K. Lukito, seluruh pimpinan di Badan POM, termasuk yang ada di daerah, adalah ujung tombak Badan POM dalam membangun bangsa ini menuju kemajuan melalui pengawasan obat dan makanan di seluruh pelosok negeri. Tantangan kepemimpinan di daerah sangat beragam dan tidak mudah. Namun, di situlah esensi kepemimpinan terbentuk. Ketekunan, kegigihan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan, kendala, dan rintangan semakin mengasah kapasitas kepemimpinan menjadi pemimpin sejati yang teguh dalam menjalankan amanah.

“Jangan takut dengan tantangan karena setiap tantangan adalah tempaan agar kita menjadi lebih baik dan lebih kuat. Selalu berikan etos kerja terbaik dengan konsisten, khususnya ketika mengatasi persoalan dan berbagai tantangan”, tegas Penny K. Lukito lagi.

Selain sharing pengalaman dan pengetahuan seputar kepemimpinan, dalam dialog ini Penny K. Lukito juga berkesempatan berdialog secara langsung dengan peserta lainnya. Termasuk salah satunya adalah membahas seputar isu obat dan vaksin yang digunakan dalam upaya penanggulangan COVID-19 di Indonesia.

Wapena sendiri adalah forum komunitas muslim Indonesia di Austria yang berisi kegiatan-kegiatan pengajian dan keislaman yang berlangsung tiap akhir pekan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)/Perutusan Tetap RI (PTRI) Wina. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Wapena bertujuan memperkuat pengetahuan terkait keislaman, merajut tali persaudaraan, serta memberi kesempatan bagi anggotanya untuk memperkaya pengetahuan kepemimpinan.

MTL menjadi salah satu program baru dari kepengurusan Wapena periode tahun 2021-2022. Program MTL sejauh ini telah dilaksanakan sebanyak tiga kali. Ketua Umum Wapena, Arya Gunawan Usis menyebut bahwa MTL diarahkan sebagai ruang pembelajaran untuk memberi pemahaman mengenai aspek dan nilai-nilai utama kepemimpinan dari paparan para narasumber yang dihadirkan, sehingga dapat menjadi rujukan bagi peserta sebagai bekal menjadi pemimpin di masa depan.

Menurut Arya, Penny K. Lukito sangat tepat dihadirkan sebagai narasumber dalam program ini. Terlebih mengingat saat ini Badan POM menjadi Lembaga yang berperan penting dalam penanggulangan COVID-19, antara lain dalam urusan pemberian izin vaksin.

“Badan POM menjadi yang lembaga terdepan dalam mendukung Pemerintah mengatasi masalah COVID-19. Dan hal yang paling penting untuk melihat kualitas kepemimpinan seseorang adalah apabila pemimpin tersebut sudah mampu menghadapi situasi genting dengan tantangan yang berat, seperti yang dialami Badan POM dalam masa pandemi ini. Insya Allah Ibu Penny sudah lulus ujian tersebut,” pungkasnya. (HM- Rahman)

  

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat