Berita Aktual

Badan POM Luncurkan Program Zona Ramah Promosi Online Bagi UMK OT dan SK

28 Mei 2022 11:55 WIB Dilihat 948 Kali Kerjasama dan Humas

Jakarta – Sebagai upaya dalam memberikan edukasi preventif bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) pada platform marketplace agar dapat memahami regulasi terkait obat tradisional (OT) dan suplemen Kesehatan (SK), Badan POM luncurkan program “Zona Ramah Promosi Online Usaha Mikro Kecil Obat Tradisional (OT) dan Suplemen Kesehatan (SK)”, Jumat (27/05/2022). Program ini dihadirkan untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi serta kondisi pandemi yang berpengaruh terhadap peningkatan tren peredaran produk secara online.

Mengangkat tema “Promosikan Produknya, Kenali Regulasinya, dan Raih Untungnya”, kegiatan hari ini merupakan hasil kolaborasi Badan POM dengan 8 (delapan) platform marketplace di Indonesia, yaitu (1) Tokopedia, (2) Shopee, (3) Elevenia, (4) Bukalapak, (5) Blibli, (6) Lazada, (7) JDID, dan (8) Jakmall, serta didukung Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Indonesian E-Commerce Association (idEA). Kegiatan ini juga dihadiri oleh peserta yang berasal dari kementerian/lembaga terkait, asosiasi pelaku usaha, perwakilan platform marketplace yang mengikuti program, dan seller OT dan SK di marketplace.

Kolaborasi dalam program ini akan dilaksanakan dalam bentuk penyediaan materi dan pembuatan konten edukasi, serta penayangannya di masing-masing platform marketplace. Para non-official seller Usaha Mikro Kecil (UMK) akan memiliki akses regulasi yang dikemas menarik dalam berbagai bentuk (talkshow, video, artikel, infografis, dan Question and Answer) pada masing-masing platform. Penggunaan platform marketplace sebagai media edukasi bagi non-official seller UMK dianggap menjadi bentuk intervensi yang efektif dan tepat sasaran dalam meningkatkan kepatuhan pelaku usaha.

Dalam sambutannya, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito  menjelaskan bahwa Badan POM selalu berupaya mengikuti tren peredaran dan iklan produk. Termasuk fenomena meningkatnya peredaran produk secara online. Pelanggaran yang umum ditemui Badan POM dalam pengawasan yang dilakukan, antara lain pelaku usaha yang mengiklankan dan mengedarkan produk obat tradisional dan suplemen kesehatan tanpa izin edar dan/atau dengan klaim yang menyesatkan. Sebagian besar pelanggaran diketahui disebabkan karena para pelaku UMK yang belum memperoleh sosialisasi yang memadai mengenai regulasi peredaran OT dan SK yang berlaku.

“Fakta ini menjadi tantangan bagi pengawasan Badan POM karena sebagian besar non-official seller tersebut merupakan pelaku UMK yang belum memahami regulasi terkait peredaran dan iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan”, papar Penny K. Lukito.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan POM dengan idEA tentang Pengawasan Peredaran, Pengiriman, Promosi dan Iklan Penjualan Obat dan Makanan pada Perdagangan melalui Sistem Elektronik (E-Commerce), yang telah dimulai sejak tahun 2019. Juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama para platform marketplace untuk memfasilitasi edukasi kepada para seller OT dan SK yang tergabung di masing-masing platform marketplace.

Terkait program ZRPO yang diluncurkan hari ini, Ketua Umum idEA, Bima Laga menyampaikan bahwa idEA bersama para perwakilan marketplace turut mendukung kerja sama ini dan berharap komitmen seluruh pihak yang terlibat tidak berhenti sampai di sini. Melalui kerja sama yang telah dibangun selama ini, menurut Bima Laga telah menunjukkan perkembangan positif yang signifikan untuk penurunan jumlah pelanggaran yang terjadi di lingkup e-commerce.

“Tren e-commerce yang tidak memenuhi ketentuan hari ini sudah mengalami penurunan, tidak seperti di tahun pertama kerja sama“, ujarnya.

Badan POM mengapresiasi seluruh stakeholder yang berkolaborasi dan mendukung program ini. Marketplace yang terlibat tentunya akan mendapatkan citra sebagai platform yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan promosi online. Para pelaku UMK di marketplace diharapkan dapat menayangkan iklan secara kreatif yang menarik minat masyarakat, namun tetap sesuai koridor ketentuan yang berlaku. Pada akhir sambutannya, Penny K. Lukito menguntai harapan agar program ini dapat bermanfaat secara nyata bagi tercapainya perkuatan pengawasan informasi dan promosi OT dan SK, guna mendukung daya saing UMK Indonesia kompetitif di negeri sendiri dan pasar global. 

“Penayangan iklan OT dan SK yang sesuai ketentuan tidak hanya bermanfaat bagi perlindungan masyarakat, tetapi juga bagi peningkatan daya saing pelaku UMK”, tutup Penny K. Lukito.

Masih serangkaian dengan agenda hari ini, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow Online Promotion Talk (ON Talk) dengan tema “Cara Pintar Promosi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan pada Marketplace”. Talkshow ini menghadirkan narasumber Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Reri Indriani; Tuhu Nugraha Dewanto (pakar digital marketing); Subiakto Priosoedarsono (pakar branding); dan Ramzi (public figure & influencer). Talkshow ini diharapkan dapat melengkapi tujuan dari peluncuran program ZRPO, yaitu meningkatkan pemahaman para pelaku UMK mengenai regulasi yang berlaku secara umum untuk pengembangan, promosi, dan peningkatan daya saing produknya. (HM-Rahman)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat