Berita Aktual

Pentingnya Literasi Digital dan Peningkatan Kesadaran Masyarakat Dalam Tangkal Hoaks

9 Agustus 2022 18:05 WIB Dilihat 584 Kali Kerjasama dan Humas

Jakarta - “Tantangan di era disrupsi digital menuntut adanya inovasi pola Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang lebih adaptif dan efektif sesuai dengan perkembangan teknologi, serta perubahan sosial, politik, ekonomi, dan budaya terkini”. Hal tersebut disampaikan Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) KIE BPOM tahun 2022, Selasa (09/08/2022).

Menurut Kepala BPOM lagi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat saat ini telah memberi ruang penyebaran informasi tanpa batas ruang dan waktu. Era disrupsi digital juga mengubah perilaku masyarakat dalam mencari informasi dan memperoleh produk obat dan makanan yang kini banyak mengandalkan media elektronik, khususnya internet, termasuk media sosial.

Salah satu tantangan nyata dari perubahan tersebut adalah menjamurnya berbagai kanal informasi yang belum diimbangi dengan jaminan kebenaran dari informasi yang disampaikan, sehingga masyarakat berpotensi terpapar hoaks. Untuk menjawab tantangan tersebut, BPOM sebagai otoritas regulatori obat dan makanan di Indonesia telah menyusun Strategi KIE Obat dan Makanan serta Modul KIE sebagai pedoman bagi Unit Pelaksana Teknis BPOM yang tersebar di seluruh Indonesia dalam menyediakan dan menyebarkan informasi obat dan makanan yang kredibel bagi masyarakat. 

RAKORNAS KIE hari ini salah satunya ditujukan sebagai forum untuk menyosialisasikan terkait Strategi KIE Obat dan Makanan yang telah disediakan oleh BPOM. “Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyinergikan langkah BPOM dengan berbagai pihak dalam melaksanakan KIE secara terpadu kepada masyarakat, sesuai dengan Strategi KIE tersebut.” ujar Kepala BPOM.

Sesuai dengan tujuan tersebut, kegiatan hari ini menghadirkan dialog interaktif yang membahas seputar Strategi KIE kepada masyarakat. Turut hadir sebagai narasumber pada sesi dialog interaktif tersebut adalah Plt. Sekretaris Utama, Elin Herlina, serta narasumber ahli di bidang komunikasi, yaitu Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Wiryanta; Chief Community Officer Femina Media, Petty S. Fatimah; juga Duta Kosmetik Provinsi DKI Jakarta sebagai perwakilan generasi muda yang diharapkan dapat sekaligus menjadi pembawa pesan KIE dari BPOM kepada masyarakat.

Di kesempatan yang sama, BPOM juga memperkenalkan identitas KIE obat dan makanan, yaitu “KataBPOM” dengan tagline “Bukan Kata Orang, Pastikan KataBPOM”. Identitas tersebut diharapkan dapat semakin memudahkan masyarakat untuk mengenali informasi yang dikeluarkan oleh BPOM sebagai sumber informasi obat dan makanan yang akurat dan terpercaya.

Output KIE yang dilakukan BPOM adalah memberdayakan masyarakat menjadi konsumen cerdas, sekaligus sebagai agen pengawasan Obat dan Makanan bagi komunitasnya. Demi mewujudkan hal tersebut, tentunya BPOM memerlukan keterlibatan dari berbagai pihak yang terkait. 

“Strategi KIE Obat dan Makanan tidak akan berjalan efektif tanpa koordinasi dan kolaborasi yang solid antar unit di lingkungan BPOM, serta antara BPOM dengan stakeholders,” tegas Kepala BPOM. “Sinergi pentahelix yang melibatkan unsur Academy, Business, Community, Government, dan Media mutlak diperlukan agar KIE obat dan makanan memberi dampak sesuai yang diharapkan,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Wiryanta menyampaikan komitmennya untuk siap membantu dan mendukung KIE BPOM. “Ke depannya, konten-konten KIE yang ada akan kami olah dan diseminasikan kembali melalui jaringan-jaringan KOMINFO,” pungkasnya. (HM-Rahman)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat