Berita Aktual

Open House Rangkaian HUT 22 BPOM Tangguh Untuk Indonesia: Ajak Generasi Muda Melek Pengawasan Obat dan Makanan

12 Januari 2023 21:01 WIB Dilihat 525 Kali Kerjasama dan Humas

Jakarta – Mengawali rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-22, BPOM menyelenggarakan Open House Expo Sistem Pengawasan Life Cycle Produk Obat Dan Makanan di Kantor Pusat BPOM, Jakarta (12/01/2023). Kegiatan yang berlangsung dua hari ini melibatkan siswa-siswi dari sekolah tingkat menengah atas di Jakarta, mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta, serta stakeholders BPOM.

Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh sekitar 260 peserta. Peserta pelajar sebanyak 155 orang yang berasal dari SMAN 68, MAN 4, SMA Al-Izhar, dan Jakarta Islamic School. Selain itu, kegiatan ini diikuti juga oleh pelaku usaha dan media sebagai stakeholders BPOM. Memasuki hari kedua, Open House diikuti 299 peserta dan melibatkan sejumlah influencer serta dihadiri Anggota Komisi IX DPR.

Para peserta diajak berkeliling ke serangkaian booth yang mewakili masing-masing unit kerja tingkat Eselon 1 BPOM. Booth yang disajikan dalam expo merupakan gambaran dari life cycle produk obat dan makanan mulai dari hulu sampai hilir, termasuk cakupan tugas pengawasan obat dan makanan yang diemban BPOM.

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito membuka acara seraya mengajak generasi muda untuk melek wawasan mengenai pengawasan obat dan makanan mulai dari pengembangan hingga menjadi produk aman dan bermutu. “Para siswa merepresentasikan konsumen sekaligus generasi muda sebagai agen perubahan dan penerus bangsa, sehingga diharapkan mendapat pengetahuan baru dan pengalaman menyenangkan, serta menjadi duta penyebaran informasi positif tentang BPOM, juga obat dan makanan,” jelasnya.

Peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil dengan pendampingan oleh staf milenial BPOM untuk mengunjungi setiap booth life cycle produk, serta fasilitas kerja di BPOM (laboratorium, BPOM Operational Center (BOC), Contact Center HALOBPOM, dan layanan BPOM terpadu). Pada setiap titik kunjungan, peserta dapat ikut serta mencoba  aktivitas di booth terkait pengawasan obat dan makanan.

Secara eksklusif, mereka juga berkesempatan menyaksikan demonstrasi pengujian sirup obat mengandung Etilen Glikol/Dietilen Glikol di Laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional. Selain itu, terdapat pengujian untuk mendeteksi bahan berbahaya pada pangan, seperti boraks dan formalin.

Kepala BPOM berharap open house ini dapat menginspirasi para peserta, khususnya para pelajar, untuk dapat berkarir di BPOM. Pasalnya, dibutuhkan adanya multidisiplin ilmu dan keprofesian untuk membangun suatu sistem pengawasan obat dan makanan yang efektif.

“Kami mengharapkan agar peserta pelajar akan memperoleh inspirasi untuk pilihan studi atau karir siswa di masa mendatang setelah menghadiri Open House BPOM,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga sebagai salah satu langkah sinergi BPOM dengan tiga pilar pengawasan yakni pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “BPOM harus bersinergi dengan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan media untuk memberikan perlindungan kesehatan masyarakat dan peningkatan daya saing bangsa melalui obat dan makanan aman,” ucapnya.

Untuk itu, BPOM terus mengembangkan kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) bagi stakeholder dan masyarakat. KIE dilaksanakan tidak hanya sebagai sarana peningkatan literasi dan pengetahuan, tetapi juga penyamaan persepsi dan pemahaman berbagai pihak tentang fungsi pengawasan obat dan makanan di Indonesia.

Selain pelajar, turut hadir dalam kesempatan ini sejumlah industri yang turut mendukung kegiatan, yakni PT Biofarma, PT Dexa Medica, PT Kalbe Farma, PT Sido Muncul, PT Paragon Technology and Innovation, PT Sinde Budi Sentosa (Cafe Jamu Acaraki), PT Mayora Indah, PT Kino Indonesia, PT Glico Wings, dan PT Diamond Cold Storage. Hadir pula asosiasi Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) beserta industri pangan anggota GAPMMI. (HM-Fathan)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat