Berita Aktual

Persepsi Masyarakat Tentang Kadaluarsa

16 Juni 2014 15:32 WIB Dilihat 15304 Kali Balai Besar/Balai POM » Kendari

Keingintahuan masyarakat tentang makanan kadaluarsa sangat tinggi, apalagi menjelang bulan puasa dimana pasokan dan permintaan distribusi barang meningkat sehingga kadang distributor maupun konsumen lupa memeriksa penandaan pada label pangan.Pasal 3 ayat (2) PP No 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan menyatakan bahwa label pangan sekurang-kurangnya berisikan keterangan mengenai nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat yang memproduksi atau memasukkan pangan ke dalam wilayah Indonesia serta tanggal, bulan dan tahun kadaluarsa, tak lupa nomor registrasi.

Pada pasal 2 disebutkan juga bahwa Pencantuman Label dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak mudah lepas dari kemasannya, tidak mudah luntur atau rusak serta terletak pada bagian kemasan yang mudah dilihat dan dibaca. Adapun ketentuan penulisan batas kadaluarsa pada label pangan secara umum dilaksanakan dengan mencantumkan bulan dan tahun, sepanjang tidak ditulis dalam 4 digit angka. Sesuai Lampiran 3 peraturan Ka Badan POM RI tentang pendaftaran Pangan Olahan tahun 2011, penulisan tanggal kadaluarsa minimal ukuran huruf pada label 1mm (arial 6 point.)

Menjawab persepsi masyarakat bahwa makanan harus diturunkan dari rak pajangan 3 bulan sebelum kadaluarsa, Dra. Adilah Pababbari, Apt, MM menjelaskan bahwa yang dilakukan bukan menurunkan tetapi memisahkan agar sistem distribusi jelas sesuai First in First Out, untuk produk yang masih kondisi baik tetapi sudah kadaluarsa maka Badan POM tidak memberikan jaminan apabila tetap dikonsumsi, demikian pula produk yang sudah rusak walaupun tanggal kadaluarsanya masih jauh.

Kepada Media Cetak Rakyat Sultra, 16 Juni 2014, Kepala Balai POM Kendari menyampaikan tidak ada peraturan yang menyatakan tentang batas waktu penarikan produk pangan sebelum tanggal kadaluarsa. Hanya Ada peraturan yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang mengedarkan pangan yang sudah kadaluarsa sesuai PP No 69 tahun 1999 dan PP No 28 tahun 2008.

Disamping tanggal kadaluarsa, kerusakan pangan juga dapat dilihat dari fisik produk yaitu kaleng yang sudah penyok,  perubahan rasa, warna dan bau.

Balai POM di Kendari