Berita Aktual

Temuan Obat Ilegal di Apotik

11 Agustus 2015 09:01 WIB Dilihat 12508 Kali Balai Besar/Balai POM » Medan

Sesuai dengan Visi Badan POM bahwa Obat dan Makanan aman meningkatkan kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa, dalam hal ini untuk mewujudkan Visi Badan POM tersebut Balai Besar POM di Medan secara terus menerus melakukan pengawasan terhadap peredaran Obat dan Makanan Ilegal di Provinsi Sumatera Utara agar semua produk Obat dan Makanan yang beredar dapat dijamin keamanannya sehingga tidak membahayakan bagi masyarakat.

 

Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Besar POM di Medan terhadap peredaran Obat Ilegal di beberapa apotik, masih ditemukan produk obat yang diduga tidak sesuai dengan standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat dan kemanfaatan serta mutu sehingga dengan surat perintah Kepala Balai Besar POM di Medan, Drs. Ali Bata Harahap, Apt, M.Kes, PPNS Balai Besar POM di Medan yang dipimpin oleh Kepala Seksi Penyidikan Drs. Ramses melakukan pemeriksaan pada Apotik GM di Medan, dan menemukan ribuan kemasan produk obat Ilegal seperti terdapat pada daftar di bawah ini :

  1. Alganax 0,5 mg, 13 Box @ 20 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  2. Actazolam 1 mg, 9 Box @ 30 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  3. Frixitas 0,5 mg, 36 Box @ 60 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  4. Somadril Compositum tablet, 171 Box @ 100 tablet, Tanpa izin Edar
  5. Alganax 1 mg, 6 Box @20 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  6. Cialis 20 mg, 10 Box @ 4 tablet, Tanpa izin Edar
  7. Frixitas 1,0 mg, 15 Strip @ 10 tablet + 5 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  8. Nizoral tablet, 16 Strip @ 60 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  9. Atarax 0,5 mg, 420 Strip @ 10 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  10. KTM-100, 23 Vial, Sumber perolehan Sales Freelance
  11. Plavix 75 mg, 3 Strip @ 14 tablet, Tanpa izin Edar
  12. Cytotec tablet, 7 Strip @ 10 tablet + 3 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  13. Xanax 1,0 mg, 49 Strip @ 10 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  14. Dumolid 5 mg, 16 Strip @ 10 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  15. Actapin 5 mg, 14 Box @ 30 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  16. Counterpain, 5 tube, Tanpa izin Edar
  17. Merlopam 2 mg, 29 Strip @ 10 tablet + 5 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  18. Pi Kang Shuang salep, 200 tube, Tanpa izin Edar
  19. Vitamin C + Collagen Injeksi, 17 Ampul, Tanpa Izin Edar
  20. Amoxan Kapsul, 277 kapsul, Sumber perolehan Sales Freelance
  21. Mefinal tablet, 930 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  22. Diazepam 2 mg tablet, 3 Pot, Sumber perolehan Sales Freelance
  23. Codifron tablet, 10 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  24. Efedrin Injeksi, 5 Ampul, Sumber perolehan Sales Freelance
  25. Apazol 1 mg, 7 Strip @ 10 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  26. Esilgan Tablet, 2 Strip @ 10 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  27. Alganax 0,25 mg, 29 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  28. Alprazolam 1 mg, 80 tablet, Sumber perolehan Sales Freelance
  29. Cialis, 1 pot, Tanpa izin Edar
  30. Zam-Buk, 41 pot, Tanpa Izin Edar

 

Menurut informasi dari pemilik sarana apotik produk Obat tersebut diperoleh dari sumber tidak resmi (sales freelance). Balai Besar POM di Medan akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap sumber perolehan.

 

Balai Besar POM di Medan