Klarifikasi Badan POM

PENJELASAN BERSAMA BPOM DAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI TENTANG SUSU KENTAL MANIS (SKM)

13 Juli 2018 | 22:30 WIB Dilihat 7025 Kali Humas & DSP

PENJELASAN BERSAMA BPOM DAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI
TENTANG
SUSU KENTAL MANIS (SKM)


  1. Susu Kental Manis (SKM) merupakan produk yang dibuat dari susu. Proses produksi dan produk akhir harus memenuhi ketentuan antara lain kandungan lemak susu 8% dan protein 6,5% sesuai dengan Peraturan Kepala Badan POM No. 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan yang ditetapkan mengacu pada ketentuan Codex Alimentarius Commission.
  2. Pemerintah mendorong masyarakat untuk menerapkan Pemberian Makan Bayi dan Anak yang optimal meliputi: 
    • Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
    • ASI Eksklusif
    • MPASI yang tepat sejak genap umur 6 (enam) bulan
    • Melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 (dua) tahun atau lebih.

    SKM bukan pengganti ASI dan tidak boleh diberikan pada bayi sampai usia 12 bulan.

  3. SKM tidak ditujukan  sebagai pengganti susu yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan gizi.
  4. Untuk mencegah kesalahan persepsi dalam penggunaan SKM, akibat tampilan dalam label dan iklan SKM, pada tanggal 22 Mei 2018 Badan POM telah mengeluarkan Surat Edaran yang ditujukan kepada seluruh produsen/importir/distributor SKM menegaskan label dan iklan SKM: 
    • Dilarang menampilkan anak usia di bawah 5 tahun dalam bentuk apapun
    • Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi
    • Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman
    • Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.
  5. SE juga dimaksudkan untuk mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan terkait salah satu pesan Gizi Seimbang, yaitu  “Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak”.
  6. Masyarakat dihimbau untuk cermat memperhatikan informasi pada label pangan termasuk uraian pada Informasi Nilai Gizi, sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 63 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.
Jika masyarakat menemukan produk bermasalah dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, e-mail: halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia