Siaran Pers / Peringatan Publik

Pertemuan ACCSQ-PPWG Ke-26, Sarana Strategis untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Farmasi Negara Anggota ASEAN

8 November 2018 10:00 WIB Dilihat 1450 Kali Humas & DSP

SIARAN PERS

 

Pertemuan ACCSQ-PPWG Ke-26, Sarana Strategis untuk Meningkatkan Daya Saing

Produk Farmasi Negara Anggota ASEAN

 

 

Jakarta – Setelah minggu kemarin Indonesia menjadi tuan rumah “The 30th ACCSQ on Traditional Medicines and Health Supplements Product Working Group (TMHS PWG) Meeting and Its Related Events” di Yogyakarta, minggu ini tepatnya 6-10 November 2018, Indonesia kembali menjadi tuan rumah The 26th Meeting of ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality- Pharmaceutical Product Working Group (ACCSQ-PPWG) di Jakarta.

 

Pharmaceutical Product Working Group (PPWG) ini merupakan hasil kesepakatan pertemuan ACCSQ yang dilaksanakan bulan Maret tahun 1999 di Manila, Filipina. PPWG dibentuk dengan tujuan sebagai sarana pertemuan regulator di negara anggota ASEAN untuk membahas harmonisasi standar di bidang farmasi.

 

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menjelaskan bahwa tujuan strategis pertemuan ACCSQ-PWG adalah untuk menghilangkan/mengurangi hambatan teknis perdagangan produk farmasi dalam rangka melengkapi dan memfasilitasi diberlakukannya ASEAN free trade area (AFTA) dengan target meningkatkan posisi ASEAN sebagai basis produksi yang kompetitif untuk pasar regional dan global.

 

“Pertemuan ini diantaranya akan membahas mengenai pengakuan oleh semua negara anggota ASEAN terhadap laporan inspeksi dan sertifikat good manufacturing practices (GMP) oleh Listed Inspection Service sehingga tidak dibutuhkan lagi inspeksi oleh negara anggota lain terhadap industri farmasi lokal ASEAN,” ungkap Kepala BPOM RI. “Hal ini sangat membantu dalam mengefisiensi sumber daya baik untuk regulator maupun industri farmasi.” lanjutnya.

 

Selain itu, dalam pertemuan Joint Assessment Coordination Group (JACG), yang merupakan suatu program joint assessment yang diinisiasi oleh WHO-SIAHR (ASEAN harmonized requirements for drug registration), akan dibahas bagaimana cara mendukung harmonisasi registrasi obat melalui proses evaluasi bersama suatu dossier obat sehingga terdapat kesamaan kesimpulan hasil evaluasi yang dapat digunakan dalam registrasi di seluruh negara ASEAN. “Dengan demikian, suatu industri farmasi dapat meregistrasi produknya di beberapa negara secara bersamaan/paralel,” jelas Kepala BPOM RI.

 

“Seperti selalu kami sampaikan, Indonesia sebagai negara anggota ASEAN terus berpartisipasi aktif mendukung harmonisasi ASEAN di berbagai bidang,” ujar Kepala BPOM RI. “Ada banyak nilai positif yang diperoleh Indonesia dalam penerapan Harmonisasi ASEAN di bidang obat, diantaranya tidak ada standar ganda regulasi bidang obat yang terkait technical barriers to trade (TBT) dalam menunjang penerapan AFTA, adanya kesamaan pedoman teknis Negara ASEAN untuk pelaksanaan pengawasan obat;, optimalisasi penggunaan sumber daya dan dana yang terbatas bidang pengawasan obat (registrasi obat, inspeksi Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB), memperkuat pengawasan post-market, termasuk pemberantasan obat palsu dan obat sub standar/tidak memenuhi syarat, serta dapat meningkatkan daya saing produk obat Indonesia di dalam dan luar negeri.” dengan rinci Kepala BPOM RI menjelaskan.

 

The 26th Meeting of ACCSQ-PPWG ini akan dihadiri oleh regulator dari 10 negara anggota ASEAN, Sekretariat ASEAN dan perwakilan dari World Health Organization (WHO), ASEAN Regional Integration Support by the EU (EU-ARISE), Generics and Biosimilars Initiative (GaBI), dan lainnya.

 

Pada pertemuan ini, diharapkan terjadi dialog dan interaksi dalam menghasilkan kesepakatan yang dapat meningkatkan kerjasama dan memfasilitasi pertumbuhan industri farmasi terutama perdagangan inter dan intra wilayah ASEAN tanpa mengesampingkan jaminan keamanan, khasiat dan mutu obat yang beredar di wilayah ASEAN.

 

__________________________________________________________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.