Siaran Pers / Peringatan Publik

BADAN POM TINGKATKAN KERJA SAMA DI PERBATASAN MELALUI KEGIATAN TERPADU DAN KERJA SAMA SELATAN-SELATAN INDONESIA - PAPUA NUGINI

19 Juni 2019 18:17 WIB Dilihat 374 Kali Humas & DSP

Jayapura - Badan POM mempunyai peran strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengawasan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan di seluruh wilayah Indonesia termasuk wilayah perbatasan. Wilayah perbatasan ini menjadi perhatian khusus Badan POM mengingat wilayah perbatasan berpotensi menjadi pintu masuk produk ilegal yang tidak terjamin keamanan, khasiat/manfaat dan mutunya. Dan untuk meningkatkan pengawasan obat di perbatasan wilayah timur Indonesia, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito melakukan penguatan kemitraan dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk kerja sama dengan mitra negara tetangga yaitu Papua Nugini (19/06). “Hal ini merupakan salah satu wujud nyata kehadiran Pemerintah RI melalui Badan POM, dalam mendukung Program Nawacita Kabinet Kerja untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Penny K. Lukito.

 

Dengan menggandeng para pemangku kebijakan dari berbagai lintas sektor baik dari dalam dan luar negeri, Badan POM berupaya meningkatkan pengamanan produk obat di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan kerja sama wilayah Timur di perbatasan Indonesia – Papua Nugini yang dirangkai dalam program Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) Badan POM untuk Papua Nugini. “Kami menyampaikan apresiasi atas bantuan dan dukungan dari Kementerian Luar Negeri, dalam hal ini Direktorat Asia Timur dan Pasifik – Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Konsulat RI di Vanimo, dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan terhadap Kegiatan Terpadu dan KSS Badan POM dengan Papua Nugini,” ujar Kepala Badan POM.

 

Melalui program ini, bersama dengan pemangku kebijakan lintas sektor dalam negeri, Badan POM melakukan eksplorasi potensi kerja sama dan kemitraan di bidang pengawasan dan peningkatan daya saing produk obat sekaligus melakukan peningkatan kapasitas SDM Badan POM di wilayah Indonesia Timur dan perbatasan melalui workshop teknis diplomasi, keprotokolan serta etika pergaulan internasional yang diikuti Kepala Balai Besar/Balai POM dan Kantor Badan POM di wilayah timur.

 

Badan POM juga menggandeng otoritas regulator obat Papua Nugini. “Sebagai salah satu mitra strategis Indonesia di Kawasan Pasifik, kualitas kesehatan masyarakat Papua Nugini menjadi aspek penting yang tidak luput dari perhatian Pemerintah Indonesia. Melalui kegiatan KSS Badan POM ingin berkontribusi dalam memperkuat sistem pengawasan obat di Papua Nugini melalui bantuan pengembangan kapasitas pengawasan obat bagi regulator Papua Nugini,” ungkap Kepala Badan POM.

 

Selain itu, mengingat kebutuhan masyarakat Papua Nugini terhadap produk obat cukup tinggi khususnya di Vanimo, Badan POM mendorong industri farmasi Indonesia untuk dapat menciptakan dan memanfaatkan peluang untuk menyediakan obat yang aman, berkhasiat, bermutu, serta terjangkau bagi masyarakat Papua Nugini khususnya di Vanimo yang berbatasan langsung dengan Indonesia.

 

Pada kunjungan ke wilayah timur Indonesia ini, Kepala Badan berkesempatan berdialog dengan jajaran pejabat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw Jayapura. Dialog ini membahas kebutuhan pusat perdagangan khusus daerah perbatasan seperti pasar tradisional untuk menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, pendaftaran produk Obat dan Makanan untuk mencegah peredaran Obat dan Makanan ilegal, pembinaan dan pengawasan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), kerja sama lebih lanjut antara Balai Besar POM di Jayapura dengan PLBN Skouw, serta perlu adanya kehadiran Badan POM di PLBN Skouw.

 

 

Rangkaian kegiatan KSS ini juga meliputi Business Meeting sebagai langkah awal untuk memasok produk obat di Papua Nugini khususnya Vanimo, serta identifikasi need assessment dengan otoritas regulator obat Papua Nugini untuk menentukan prioritas kebutuhan regulator obat Papua Nugini dari segi pemenuhan obat yang berkualitas dan efektif.

 

Kepala Badan POM berharap rangkaian kegiatan ini dapat mempertegas kesiapan Badan POM dalam mengawal keamanan obat dan makanan di wilayah perbatasan yang lebih baik, sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Papua Nugini.

 

______________________________________________________________________________________________________________________________________

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.