Siaran Pers / Peringatan Publik

BADAN POM HADIR MELAYANI DAN MELINDUNGI MASYARAKAT PULAU SUMBA

25 Juni 2019 13:00 WIB Dilihat 278 Kali Humas & DSP

Sumba – Badan POM terus berupaya mewujudkan komitmen pemerintah memastikan negara hadir di seluruh pelosok negeri. Setelah minggu kemarin berkunjung ke perbatasan wilayah timur Indonesia, hari ini Selasa, 25 Juni 2019, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dan jajaran melakukan penguatan kemitraan dengan pemangku kepentingan di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Pulau Sumba memiliki banyak pintu masuk melalui laut yang dapat menjadi akses peredaran obat dan makanan ilegal. “Hasil pengawasan Balai POM di Kupang menunjukkan masih maraknya obat keras beredar di sarana ilegal (pasar/lapak/kios) dan kosmetik ilegal,” ungkap Kepala Badan POM. “Hal ini menjadi tantangan bagi Badan POM. Artinya, pengetahuan masyarakat Sumba terkait obat dan makanan, termasuk kosmetik, masih rendah,” lanjutnya.

 

Untuk menghadapi berbagai tantangan di atas, diperlukan koordinasi terus-menerus dengan lintas sektor dalam pengawasan obat dan makanan, termasuk melakukan pembinaan secara terpadu sesuai tugas, fungsi dan kewenangannya sebagaimana amanat peraturan perundang-undangan. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan, peran pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengawasan obat dan makanan secara lebih efektif.

 

Di Provinsi NTT, Badan POM memiliki Balai POM di Kupang, Kantor di Kabupaten Ende dan Kabupaten Manggarai Barat serta Pos POM di Atambua. Keberadaan kantor pengawasan tersebut agar dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku usaha di NTT termasuk Sumba selain untuk mendapatkan pelayanan publik terkait pendaftaran produk obat dan makanan, juga untuk menyampaikan informasi dan pengaduan seputar obat dan makanan.

 

“Karena itu, saya mengajak Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat serta media untuk aktif berperan dalam mewujudkan keamanan obat dan makanan di Pulau Sumba,” ujar Penny K. Lukito saat menyaksikan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Balai POM di Kupang dan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba tentang Kerja Sama di Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Waingapu.

 

Setelah menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama, Kepala Badan POM berdialog dengan lebih 300 orang generasi milenial Universitas Kristen Wira Wacana Sumba dalam acara Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik. “Saya mengajak para generasi milenial untuk peduli terhadap keamanan kosmetik yang digunakan. Mengapa? Karena era digital saat ini membawa peluang dan tantangan tersendiri untuk pasar di Indonesia, khususnya dalam hal ini bisnis kosmetik. Penjualan online memudahkan konsumen membeli produk kosmetik,” jelas Penny K. Lukito. “Tingginya tingkat penjualan kosmetik secara online diikuti dengan peningkatan peredaran kosmetik ilegal. Data penindakan Badan POM tahun 2018 menunjukkan bahwa 78% nilai temuan obat dan makanan ilegal adalah kosmetik. Karena itu, mari kita lebih cerdas dan teliti dalam memilih dan menggunakan kosmetik,” ajaknya.

 

Kepala Badan POM menyampaikan harapannya agar kerja sama Badan POM dengan stakeholders di daerah terus ditingkatkan dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan. “Semoga rangkaian kegiatan kunjungan kerja ini menjadi momentum kolaborasi sinergis antara lintas sektor di daerah untuk meningkatkan obat dan makanan aman menuju Indonesia sejahtera,” tutupnya.