Siaran Pers / Peringatan Publik

DUKUNGAN BADAN POM BAGI TERWUJUDNYA KOLABORASI ANTAR NEGARA ISLAM MENUJU KEMANDIRIAN OBAT DAN VAKSIN

25 Juli 2019 10:50 WIB Dilihat 563 Kali Humas & DSP

SIARAN PERS

DUKUNGAN BADAN POM BAGI TERWUJUDNYA KOLABORASI

ANTAR NEGARA ISLAM MENUJU KEMANDIRIAN OBAT DAN VAKSIN

 

 

Bandung – Hampir setahun yang lalu, Indonesia dalam hal ini Badan POM RI menjadi tuan rumah penyelenggaraan The First Meeting of the Heads of National Medicine Regulatory Authorities (NMRAs) from Organization Islamic Cooperation (OIC) Member States. “Pertemuan bersejarah ini telah menghasilkan kesepakatan Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sebagai langkah konkrit untuk meningkatkan kemandirian (self-reliance) dan kemudahan akses obat dan vaksin yang aman, berkhasiat, bermutu, dan aman bagi rakyat di negara anggota OKI,” ungkap Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito.

 

Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi OKI, serta rencana implementasinya telah memperoleh dukungan penuh dari negara-negara anggota OKI sebagaimana tertuang dalam Resolution on Health Matters pada Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri (KTM) OKI ke-46 tanggal 1-2 Maret 2019 di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab. Dalam rangka mempersiapkan tindak lanjut implementasi hasil pertemuan OKI, termasuk rencana kegiatan dua tahun mendatang pada tahun 2019-2021, Badan POM menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Hasil Pertemuan Pertama Kepala Otoritas Regulatori Obat Negara-Negara OKI: Kolaborasi Academic-Business-Government (ABG) Menuju Kemandirian Obat Dan Vaksin Di Negara-Negara Islam” yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi sebagai bentuk implementasi Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi pertemuan OKI, Bandung (25/07).

 

Kepala Badan POM menjelaskan bahwa berbagai kegiatan strategis yang tertuang dalam Rencana Aksi OKI seperti tantangan obat dan vaksin halal, serta pengembangan sistem yang efektif dalam pemberantasan obat palsu tentunya perlu ditindaklanjuti dan dipikirkan bersama demi kepentingan bangsa yang bermuara kepada peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia. “Indonesia sebagai penggagas pertemuan dan tuan rumah tentu memiliki tanggung jawab moral atas tindak lanjut hasil pertemuan dan kesinambungan forum Otoritas Pengawas Obat negara-negara anggota OKI tersebut,” ujar Penny K. Lukito.

 

Badan POM mengajak seluruh pihak, yaitu para pemangku kepentingan pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk saling mendukung dan bahu-membahu melakukan langkah nyata dalam upaya implementasi hasil pertemuan OKI yang strategis ini, guna meningkatkan peran strategis Indonesia dalam forum OKI, mendorong kerja sama antar negara-negara anggota OKI melalui kerja sama teknis dan program perkuatan kapasitas serta meningkatkan akses pasar/ekspor obat dan vaksin ke negara anggota OKI.

 

“Beberapa langkah nyata dalam upaya implementasi hasil pertemuan OKI yang dapat dilakukan diantaranya mendorong penyelenggaraan Pertemuan OKI kedua dan pembentukan Steering Committee, peningkatan kapasitas NMRAs negara anggota OKI, mendorong pembentukan working group atau jejaring regulatori yang khusus menangani masalah obat dan vaksin halal, mendorong interaksi dan komunikasi melalui pembentukan forum bersama Islamic Advisory Group (IAG) OKI, serta implementasi OIC Center of Excellence for Vaccines and Biotechnology Products di Indonesia dan mendorong proyek bersama dengan OIC Vaccine Manufacturers Group,” tegas Kepala Badan POM.

 

Semua langkah konkrit tersebut sejalan dengan visi Indonesia 2019-2024 yang telah disampaikan pada pidato pertama Presiden Republik Indonesia terpilih Joko Widodo. “Indonesia menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, berdaya saing, dan fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan. Peningkatan kerja sama Indonesia dalam Forum OKI akan meningkatkan peran strategis Indonesia serta meningkatkan akses pasar/ekspor obat dan vaksin ke negara anggota OKI.” ungkap Kepala Badan POM.

 

Tindak lanjut implementasi pertemuan OKI di Indonesia, termasuk kegiatan hari ini dan rencana penyelenggaraan Workshop Center of Excellence for Vaccines and Biotechnology Products di Indonesia, akan disampaikan kepada Sekretariat OKI selaku unit yang diberikan mandat untuk mengoordinasikan kerja sama antar negara-negara OKI.

 

__________________________________________________________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.