Siaran Pers / Peringatan Publik

DUKUNGAN BADAN POM UNTUK KEMAJUAN UMKM INDONESIA

12 Agustus 2019 12:08 WIB Dilihat 188 Kali Humas & DSP

SIARAN PERS

DUKUNGAN BADAN POM UNTUK KEMAJUAN UMKM INDONESIA


Jakarta - Industri manufaktur skala mikro dan kecil mendominasi populasi industri di Indonesia, menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Industri ini juga berkontribusi sangat signifikan dalam menyediakan produk obat dan makanan yang aman, bermanfaat, dan bermutu. Namun di sisi lain, industri skala ini pada umumnya menghadapi berbagai keterbatasan seperti modal, fasilitas, pemasaran produk, dan sumber daya manusia untuk menghasilkan produk berdaya saing. Oleh karena itu pemerintah perlu memberi perhatian secara khusus untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

 

Pada tahun 2018 Badan POM bersama tujuh Kementerian/Lembaga meluncurkan program terpadu “Pengembangan UMKM Obat Tradisional, Kosmetik, dan Pangan Berdaya Saing”. Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa hal ini sesuai dengan poin ke-tiga dan ke-enam dari Nawacita Presiden Joko Widodo, dimana peningkatan produktivitas IKM/UMKM harus dilakukan agar produk yang dihasilkan dapat berdaya saing di pasar internasional dan global, sekaligus memacu roda perekonomian masyarakat kecil dan menengah.

 

Melalui program ini, IKM/UMKM akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan mulai dari sosialiasi, permodalan, pendaftaran merek, perizinan, hingga akses pemasaran. Program ini menawarkan strategi yang dapat dilakukan bersama-sama dan terpadu meliputi peningkatan di bidang manajemen, kompetensi SDM/tenaga kerja, kapasitas produksi, keamanan dan kualitas produk termasuk keamanan dan desain kemasan, penetrasi pasar melalui branding/promosi produk yang dilakukan baik secara langsung maupun melalui regulasi Kementerian/Lembaga terkait.

 

Badan POM memberikan dukungan dan fasilitasi UMKM antara lain melalui deregulasi dan debirokratisasi persyaratan termasuk pemotongan biaya pendaftaran pangan olahan sebesar 50% dari tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak untuk UMKM pangan olahan.

 

Selama tahun 2018, Badan POM telah menginisiasi berbagai kegiatan untuk mendukung percepatan pengembangan IKM/UMKM kosmetik antara lain melalui simplifikasi regulasi, bimbingan teknis dan pendampingan industri, serta inisiasi berbagai program yang melibatkan pemangku kepentingan. Beberapa terobosan telah dilaksanakan Badan POM untuk mendukung pengembangan UMKM jamu dan usaha jamu gendong diantaranya program pembinaan dan pendampingan UMKM Jamu, menginisasi industri obat tradisional menjadi Bapak Angkat bagi UMKM Jamu/Usaha Jamu Gendong, memperkenalkan sistem penjualan jamu online kepada para pelaku UMKM Jamu/Usaha Jamu Gendong dan generasi milenial, serta memasyarakatkan minum jamu dengan budaya “Minum Jamu Bersama” pada setiap acara­acara resmi.

 

“Melalui program Bapak Angkat UMKM Jamu yang dicanangkan pada 12 Desember 2018, Badan POM telah melakukan bimbingan teknis kepada 30 pelaku usaha jamu gendong di Kabupaten Sukoharjo untuk mewujudkan Kabupaten Sukoharjo Sebagai Destinasi Wisata Jamu,” ungkap Kepala Badan POM. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pendampingan UMKM jamu lainnya termasuk memberikan edukasi kepada berbagai komunitas masyarakat di Sukoharjo. “Khusus di Provinsi Jawa Tengah terdapat tiga industri obat tradisional yang telah berkomitmen menjadi Bapak Angkat yaitu PT. Sido Muncul Semarang, PT. Borobudur Semarang, dan PT. Konimex Sukoharjo,” lanjutnya.

 

Hari ini, 12 Agustus 2019 diperingati sebagai Hari UMKM Nasional. Kepala Badan POM mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus berinovasi. “Jadikan peringatan Hari UMKM Nasional ini sebagai momen untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitasnya sehingga produk UMKM Indonesia dapat berjaya di negeri sendiri dan bahkan dapat ekspansi produknya ke luar negeri. UMKM kuat, bangsa berdaulat.” ujar Penny K. Lukito. 

 

__________________________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BADAN POM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email haloBadan POM@pom.go.id, twitter @BADAN POM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar /Balai POM di seluruh Indonesia.