Siaran Pers / Peringatan Publik

PENGGALANGAN KOMITMEN KOSMETIK BEBAS MERKURI

27 Agustus 2019 10:00 WIB Dilihat 436 Kali Humas & DSP

SIARAN PERS

PENGGALANGAN KOMITMEN KOSMETIK BEBAS MERKURI

 

Karawang – Sebagai bentuk dukungan dan partisipasi terhadap implementasi Undang-Undang No. 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata Mengenai Merkuri) dan Peraturan Presiden No. 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri, Badan POM bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Pemerintah Daerah Karawang, serta perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bali Fokus Foundation dan Asosiasi Pelaku Usaha Kosmetik, serta e-commerce menyelenggarakan acara Penggalangan Komitmen Kosmetik Bebas Merkuri di Karawang, Selasa (27/08). Acara ini dihadiri lebih dari 300 orang termasuk Generasi Milenial di sekitar Kabupaten Karawang.

 

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito mengungkapkan bahwa berdasar hasil pengawasan selama tahun 2018, Badan POM menemukan 126 miliar rupiah kosmetik ilegal. “Temuan tersebut didominasi oleh produk kosmetik perawatan kulit dengan jenis bahan berbahaya yang teridentifikasi digunakan di dalamnya antara lain merkuri,” jelas Penny K. Lukito. “Temuan kosmetik mengandung merkuri mencapai hingga 230 produk. Hal ini menunjukkan bahwa merkuri merupakan bahan yang sering dicampurkan pada kosmetik,” lanjutnya. Merkuri berbahaya bagi kesehatan karena merupakan bahan yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan teratogenik (mengakibatkan cacat pada janin).

 

Badan POM telah melakukan berbagai upaya terobosan dalam mencegah peredaran kosmetik mengandung merkuri antara lain melalui: (1) penyusunan dan harmonisasi regulasi pembatasan penggunaan merkuri sebagai pengawet dalam kosmetik dengan sesama anggota negara ASEAN; (2) kegiatan penindakan, termasuk penggerebekan empat industri kosmetik ilegal di Jakarta pada awal tahun 2019; serta (3) kegiatan edukasi masyarakat, terutama generasi milenial yang dilakukan di 33 kota serta dihadiri lebih dari 8.000 orang peserta.

 

Penyelenggaraan acara Penggalangan Komitmen Kosmetik Bebas Merkuri bertujuan untuk mendukung program pemerintah yaitu Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri khususnya target “Kosmetika Bebas Merkuri” tahun 2020. “Melalui acara ini, kami berharap generasi milenial dapat menjadi motor perubahan dalam lingkungan. Generasi milenial dapat mengajak keluarga, rekan dan lingkungan untuk waspada dan tidak menggunakan kosmetik mengandung merkuri yang memang mempunyai efek instan untuk memutihkan namun sangat berbahaya bagi kesehatan,” ujar Penny K. Lukito.

 

Selain penggalangan komitmen, acara hari ini juga diisi dengan talkshow “Kosmetika Bebas Merkuri”. Hadir sebagai narasumber yaitu Kepala Badan POM, Yunik Kuncaraning Purwandari (Direktorat Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup), Sonia Buftheim (LSM Bali Fokus Foundation), dr. Shannaz Nadia Yusharyahya (Kepala Divisi Geriatric Dermatology-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia), dan Hendri Siswadi.

 

“Badan POM mendukung penuh Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri. Semoga kegiatan hari ini menjadi forum diskusi, interaksi, berbagi pengetahuan, serta menguatkan komitmen bersama dalam pencegahan dan pemberantasan kosmetik mengandung merkuri.” tutup Kepala Badan POM.

 

________________________________________________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.