Siaran Pers / Peringatan Publik

BADAN POM DUKUNG PENINGKATAN DAYA SAING UMKM PANGAN

28 Agustus 2019 10:10 WIB Dilihat 491 Kali Humas & DSP

SIARAN PERS

BADAN POM DUKUNG PENINGKATAN DAYA SAING UMKM PANGAN

 

Depok – Industri pangan merupakan salah satu kontributor terbesar ekspor nasional dengan capaian kinerja konsisten positif. Tak hanya ekspor, industri pangan juga berperan dalam peningkatan produktivitas, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja, tak terkecuali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pangan. UMKM pangan merupakan salah satu kekuatan pendorong pembangunan ekonomi negara yang memiliki peran strategis dalam ekonomi nasional dan ekonomi rakyat, penyediaan dan perluasan lapangan kerja dan lentur terhadap krisis.

 

Pemberdayaan dan peningkatan daya saing UMKM menjadi fokus pemerintah saat ini. Pada tahun 2018 lalu, Badan POM bersama tujuh Kementerian/Lembaga (K/L) meluncurkan program terpadu “Pengembangan UMKM Obat Tradisional, Kosmetik, dan Pangan Berdaya Saing” sebagai bentuk sinergisme antar lintas sektor dalam pemberdayaan UMKM sesuai tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing.

 

Badan POM sendiri gencar melakukan pembinaan pelaku usaha pangan dengan melakukan pendampingan intensif dan sosialisasi keamanan pangan sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan UMKM. Saat ini Badan POM telah melakukan pembinaan terhadap 53.907 UMKM pangan secara nasional. Badan POM juga melakukan Pemberdayaan Fasilitator Keamanan Pangan melalui pembentukan Fasilitator/Kader Desa untuk pembinaan komunitas desa dan UMKM sebanyak 7.690 orang (tahun 2014-2018), Fasilitator UMKM sebanyak 1.255 orang (tahun 2013-2018), Fasilitator Pasar Aman dari Bahan Berbahaya sebanyak 618 orang (tahun 2015-2018), dan Fasilitator Keamanan PJAS sebanyak 11.997 orang (tahun 2014-2018).

 

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa pembinaan UMKM memerlukan komitmen pemerintah pusat dan daerah, serta peran akademisi terutama untuk wirausaha baru (start-up) sehingga dapat bersaing di era revolusi industri saat ini. Lebih lanjut Penny K. Lukito menegaskan bahwa Badan POM memberikan dukungan secara penuh dan fasilitasi terhadap UMKM termasuk UMKM daerah. “Badan POM telah melakukan deregulasi dan debirokratisasi persyaratan termasuk pemotongan biaya pendaftaran pangan olahan sebesar 50% dari tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),” ungkapnya.

 

Hari ini, Rabu (28/08) Badan POM menyelenggarakan kegiatan “Talkshow dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Keamanan Pangan Bagi UMKM Pangan” di Depok.  Kota Depok merupakan salah satu kota dengan dengan jumlah UMKM pangan yang banyak dan berkembang pesat. Selain itu kota Depok juga memiliki beberapa Perguruan Tinggi dengan program pendampingan UMKM dan banyak mahasiswa dari universitas tersebut yang merupakan wirausaha baru (start-up) yang tergabung dalam inkubator bisnis universitas.

 

Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari K/L, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan UMKM binaan dari K/L.  Dalam acara ini, dilakukan penandanganan Nota Kesepahaman Badan POM dengan Aprindo tentang Kerja Sama di Bidang Pengawasan dan Pembinaan Dalam Rangka Peredaran Obat dan Makanan di Ritel Modern serta penyerahan Nomor Izin Edar (NIE) oleh Kepala Badan POM kepada UMKM. “Mari kita bersama-sama bersinergi dalam mewujudkan keamanan pangan untuk mewujudkan konsumsi pangan yang aman bagi masyarakat.” tutup Kepala Badan POM.

 

________________________________________________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.