Siaran Pers / Peringatan Publik

Wujudkan Generasi Emas Sulawesi Tenggara yang Sehat dan Cerdas melalui Pengawalan Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan

6 Desember 2019 19:19 WIB Dilihat 644 Kali Humas & DSP

SIARAN PERS

Wujudkan Generasi Emas Sulawesi Tenggara yang Sehat dan Cerdas

melalui Pengawalan Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan

 

 

Kendari – Hingga tahun 2019, berbagai program terkait Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) terus gencar dilakukan Badan POM. Antara lain intervensi keamanan PJAS terhadap 40.510 sekolah, sinergi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) lain melakukan intervensi terhadap 1.676 sekolah, pembentukan 11.997 kader keamanan pangan sekolah, dan pemberian Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah (PBKP-KS) kepada 549 sekolah.

 

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa PJAS berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah. “Penjaminan keamanan, mutu, dan gizi PJAS perlu menjadi prioritas pemerintah,” tegasnya. “Mengapa demikian? Karena untuk mendapatkan generasi sehat, maka setiap anak Indonesia harus diberikan asupan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi sehingga muncullah generasi Indonesia yang sehat jasmani dan rohani, pintar dan cerdas. PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi membentuk SDM unggul yang mampu membawa Indonesia lebih maju,” tukasnya.

 

Lebih lanjut Penny K. Lukito menjelaskan bahwa investasi kesehatan sejak dini merupakan modal untuk menciptakan generasi emas Indonesia 2045 yang sehat dan cerdas. “Badan POM hadir di seluruh pelosok negeri, termasuk di wilayah terluar (perbatasan), untuk melakukan intervensi seperti edukasi keamanan pangan bagi komunitas sekolah, pelatihan PBKP-KS, sampling dan pengujian PJAS, serta pembentukan kader keamanan pangan sekolah,” lanjutnya.

 

Hari ini, Kamis (05/12) Kepala Badan POM menyambangi SDN 92 Kendari yang merupakan salah satu sekolah di Sulawesi Tenggara yang mendapat intervensi peningkatan PJAS dari Badan POM. Pada kesempatan tersebut Kepala Badan POM beserta jajaran menyampaikan berbagai pesan keamanan pangan kepada 601 orang iswa/siswi SD. Metoda penyampaian pesan dilakukan dengan bercerita, mendongeng, games dan permainan, serta pengujian cepat terhadap contoh makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya menggunakan rapid test kit. “Kegiatan edukasi keamanan pangan bagi anak sekolah ini dikemas secara menarik sesuai dengan karakter mereka, agar pesan keamanan pangan lebih mudah ditangkap dan dipahami,” ungkap Kepala Badan POM.

 

Tugas untuk mencerdaskan masyarakat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan POM dan Instansi Pemerintah saja, namun juga produsen/pelaku usaha. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) nya, tiga pelaku usaha yaitu Enesis grup, PT. Frisian Flag Indonesia, dan PT. Unilever Indonesia Tbk. turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan edukasi ini. “Badan POM juga mengajak rekan media untuk terus menyebarkan pesan tentang keamanan Obat dan Makanan dengan pemberitaan yang positif yang dapat mencerdaskan masyarakat.” tutup Kepala Badan POM.

 

_________________________________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut hubungi: Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter@BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia