Siaran Pers / Peringatan Publik

Indonesia Ekspor Temulawak ke Kamboja

13 Desember 2019 15:16 WIB Dilihat 483 Kali Humas & DSP

SIARAN PERS

Indonesia Ekspor Temulawak ke Kamboja

 

 

Jakarta – Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Indonesia memiliki sekitar 30.000 spesies tanaman dari total 75.000 spesies di dunia, dengan 9.600 spesies adalah tanaman obat. Indonesia memiliki potensi besar untuk penelitian, dan juga peluang pasar yang dapat dikembangkan dalam menanggapi meningkatnya permintaan akan obat herbal.

 

Saat ini obat herbal di Indonesia berkembang dengan baik, mulai dari penemuan sumber botani baru dan senyawa fraksional aktif, formulasi baru, standardisasi bahan baku dan proses pembuatan, hingga pengujian pra-klinis dan klinis produk. Industri jamu juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

 

Mempertimbangkan tren perkembangan ini, Badan POM terus berupaya meningkatkan regulasi dan standar jamu. Untuk itu Badan POM melakukan komunikasi intensif dengan Food and Drug Administration (FDA) di negara-negara lain sebelum penetapan standar dan peraturan baru. Badan POM juga membangun komunikasi yang baik dengan industri untuk menciptakan upaya strategis dalam meningkatkan daya saing.

 

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa, seiring perkembangan sains dan teknologi, kini jamu perlu terus dikembangkan dengan memperhatikan keamanan, manfaat, dan kualitasnya. “Sinergitas berbagai pihak baik pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas lain perlu dimaksimalkan untuk pengembangan potensi obat herbal di Indonesia melalui riset yang berkelanjutan,” ungkapnya.

 

Hari ini, Jumat (13/12), Kepala Badan POM menjadi saksi keberhasilan sinergi akademis, komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah (ABCG) dalam rangka hilirisasi pemanfaatan hasil penelitian obat tradisional. Keberhasilan sinergi ini diwujudkan dalam bentuk Pengiriman Produk Ekspor Curcuma oleh PT Soho Industri Pharmasi ke negara Kamboja.

 

“Hari ini, salah satu herbal Indonesia, yaitu temulawak yang diproses dengan inovasi berdasarkan saintifik dan teknologi baru sehingga dapat diterima secara global karena mutu produk yang cukup tinggi. Saya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada PT Soho yang telah fokus mengembangkan temulawak dengan menerapkan konsep seed to patient di kebun riset Soho di Sukabumi,” tutur Penny K. Lukito. “Konsep seed to patient berarti keseluruhan proses telah distandarisasi dan dikontrol, mulai dari penanaman bibit, proses panen, penyimpanan, sampai produk jadi diterima oleh konsumen. Dengan demikian keamanan dan konsistensi kualitas dari produk jadi yang dihasilkan terjamin,” lanjutnya.

 

Ekspor produk temulawak ini menjadi motivasi Badan POM untuk terus mendorong hilirisasi riset pengembangan produk yang mengandung herbal asli Indonesia. “Kami terus mendukung pelaku usaha yang serius dalam mengembangkan, memproduksi, dan mengekspor produk dalam negeri berdaya saing tinggi yang berasal dari tanaman asli Indonesia,” ujar Penny K. Lukito. “Mari bersama kita kenalkan beragam kekayaan alam Indonesia kepada dunia.” tutupnya.

 

 

Informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.