Siaran Pers / Peringatan Publik

Finalis Puteri Indonesia 2020 Menjadi Duta Kosmetik Aman

4 Maret 2020 10:10 WIB Dilihat 951 Kali Humas & DSP

SIARAN PERS

Finalis Puteri Indonesia 2020 Menjadi Duta Kosmetik Aman

 

 

JakartaTren gaya hidup masyarakat saat ini untuk tampil cantik dan sehat membuat pasar kosmetik di Indonesia meningkat pesat. Peningkatan demand ini, sayangnya juga memicu beredarnya kosmetik ilegal di pasaran. Data perkara tindak pidana Badan POM menunjukkan bahwa 43% perkara tindak pidana yang terjadi sepanjang tahun 2019 adalah perkara terkait kosmetik dengan nilai keekonomian temuan barang bukti mencapai 149,4 miliar rupiah.

 

Upaya untuk memberantas peredaran kosmetik ilegal, tidak hanya dilakukan Badan POM melalui intensifikasi pengawasan/penindakan. Badan POM justru mengedepankan pemberdayaan masyarakat untuk menekan peredaran kosmetik ilegal tersebut. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Yayasan Puteri Indonesia (YPI) dengan membekali 39 orang calon Puteri Indonesia tahun 2020 sebagai Duta Kosmetik Aman pada hari ini (04/03) di Kantor Badan POM. Pembekalan ini merupakan salah satu bentuk implementasi MoU Badan POM dengan YPI yang telah ditandatangani pada tahun 2019.

 

“Saat ini upaya pengawasan atau penindakan saja tidak akan cukup untuk memberantas kosmetik ilegal,” ujar Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito. “Rantai demand masyarakat harus diputus dengan pemberdayaan melalui edukasi yang sistematis dan masif dengan mengajak semua pihak termasuk Anda, para finalis Puteri Indonesia. Anda merupakan public figure yang memiliki citra positif di masyarakat, terutama generasi muda yang erat dengan media sosial. Saya mengajak Anda semua untuk ikut mengedukasi masyarakat agar cerdas memilih kosmetik aman” harap Penny K. Lukito.

 

Kepala Badan POM juga mengajak finalis Puteri Indonesia 2020 untuk ikut serta dalam menangkal dan memberantas berita hoaks yang sering beredar di media sosial. “Isu hoaks mengenai kesehatan banyak beredar viral melalui media sosial. Anda sebagai finalis Puteri Indonesia yang tentu aktif di media sosial merupakan influencer yang efektif dalam mengedukasi masyarakat dengan menyebarkan berita yang benar dari sumber yang terpercaya,” jelas Kepala Badan POM. 

 

Senada dengan ucapan Kepala Badan POM, Dewan Penasehat Puteri Indonesia, Puteri K. Wardhani sepakat pentingnya kolaborasi antara Badan POM dengan YPI. “Para finalis Puteri Indonesia, yang sudah terseleksi ketat dari sisi brain, beauty, dan behaviour, secara otomatis merupakan influencer bagi kaum milenial. Dengan tersebarnya Puteri Indonesia dan Badan POM di seluruh Indonesia diharapkan akan dapat membuat gaung edukasi mengenai kosmetik aman semakin efektif,” ungkapnya.

 

Kerja sama antara Badan POM dan YPI untuk mengadakan Pembekalan Puteri Indonesia telah dua kali dilaksanakan sejak tahun 2019. Pada pembekalan tahun ini, para finalis Puteri Indonesia mendapatkan paparan materi dengan narasumber Kepala Badan POM serta site visit ke laboratorium pengujian dan pusat pelayanan publik Badan POM. Selain itu, para finalis Puteri Indonesia mengikuti workshop pembuatan konten edukasi di media sosial sehingga dapat lebih efektif dalam membuat konten-konten viral terkait edukasi Obat dan Makanan aman kepada masyarakat.

 

Dalam paparannya, Kepala Badan POM berbagi pengalaman terkait pengawasan Obat dan Makanan serta berbagai upaya inovasi yang dilakukan dalam proses pelayanan publik di Badan POM. “Pelayanan perizinan dengan memanfaatkan teknologi informasi membuat prosesnya semakin cepat dan mudah. Proses perizinan yang mudah diakses masyarakat ini, diharapkan dapat ikut menekan angka peredaran Obat dan Makanan ilegal,” tukasnya.

Pada kegiatan kali ini juga dilakukan pengukuhan para finalis Puteri Indonesia sebagai Duta Kosmetik Aman. Setelah mendapatkan pembekalan hari ini, Puteri Indonesia akan menjalankan tugasnya di daerah masing-masing untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai kosmetik aman, mengampanyekan pemilihan dan penggunaan kosmetik aman mulai dari pelajar, mahasiswi, ibu-ibu sampai seluruh masyarakat Indonesia.

 

_______________________________________________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.