Siaran Pers / Peringatan Publik

Launching Pedoman/Informasi Obat dalam Rangka Pengawalan Badan POM terhadap Obat COVID-19

13 April 2020 10:00 WIB Dilihat 1795 Kali Humas & DSP

SIARAN PERS

Launching Pedoman/Informasi Obat

dalam Rangka Pengawalan Badan POM terhadap Obat COVID-19

 


Jakarta – Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah infeksi akibat Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) yang pertama kali dilaporkan terjadi di Kota Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Sejak saat itu, jumlah kasus positif COVID-19 terus meningkat dan akhirnya meluas ke hampir seluruh negara di dunia.

 

Penambahan jumlah kasus COVID-19 dari hari ke hari terus melaju membentuk grafik kurva eksponensial yang semakin curam sehingga pada 11 Maret, World Health Organization (WHO) secara resmi menyatakan COVID-19 sebagai Global Pandemic yang dikenal dengan Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), dimana skala penyebaran penyakit sudah mencapai tahap global di seluruh dunia, termasuk salah satunya di Indonesia.

 

Kasus pertama di Indonesia muncul pada tanggal 2 Maret 2020 dan sampai saat ini, COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan kasus. Hal ini berdampak tidak hanya pada aspek kesehatan, namun juga pada aspek sosial, ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Melihat hal ini, Presiden RI Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Keputusan tersebut kemudian diubah melalui Keppres Nomor 9 Tahun 2020 dengan menambahkan susunan Dewan Pengarah dan susunan Pelaksana Gugus Tugas Penanganan COVID-19.

 

“Melalui Keppres ini, Presiden telah mengamanatkan kepada kementerian dan lembaga negara terkait termasuk Badan POM, untuk melakukan upaya-upaya penanganan COVID-19 secara menyeluruh,” jelas Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19, Badan POM telah berkontribusi dalam penanganan COVID-19 antara lain dengan pemanfaatan mobil insinerator untuk memusnahkan limbah medis infeksius di RS Darurat Corona Kemayoran, alat Realtime PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendukung pengujian deteksi COVID-19 di Labkesda DKI Jakarta, serta penyerahan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


“Tak hanya itu, Badan POM bersama tim ahli dari berbagai latar belakang di bidang kesehatan (klinisi, farmakolog, akademisi, dan lainnya) telah menyusun Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia,” ungkap Kepala Badan POM. “Informatorium ini bertujuan untuk memberikan informasi obat-obat utama untuk penanganan COVID-19 yang dapat dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan di seluruh Rumah Sakit Rujukan dan sarana kesehatan lain di Indonesia, serta oleh berbagai pihak lain yang terkait,” lanjutnya.


Penyusunan informatorium ini berdasarkan tatalaksana atau manajemen terapi yang dipublikasikan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan beberapa negara lain seperti Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, Amerika, dan Singapura; beberapa pedoman global seperti yang disarankan WHO; serta publikasi ilmiah. Kepala Badan POM menyatakan bahwa informasi pada informatorium ini disiapkan sesuai dengan perkembangan pengobatan saat ini dan dapat diperbarui sesuai dengan kemajuan pengembangan obat dan penatalaksanaan COVID-19.


Selain itu, dalam upaya penanganan COVID-19 Badan POM juga menerbitkan beberapa pedoman/informasi di bidang obat yang dapat digunakan sebagai acuan oleh semua pemangku kepentingan, yaitu (a) Langkah Strategis Badan POM dalam Penanganan Obat COVID-19, (b) Pedoman Pelayanan Publik di Bidang Obat dalam Kondisi Pandemi COVID-19, dan (c) Pedoman Pengawasan Pemasukan Obat COVID-19 melalui Jalur Khusus. Dokumen-dokumen yang diterbitkan tersebut merupakan bentuk upaya dan langkah konkret Badan POM dalam penanggulangan COVID-19 di Indonesia.

 

Badan POM juga melakukan berbagai inovasi percepatan perizinan obat dan makanan melalui deregulasi, simplifikasi proses bisnis, melalui penggunaan teknologi informasi, serta pengawasan  mutu obat donasi beredar.


Badan POM terus bersinergi dengan kementerian/lembaga lain untuk berkontribusi dalam pencegahan dan penanggulangan COVID-19 di Indonesia dengan meningkatkan pengawasan; mengawal obat beredar memenuhi standar dan persyaratan keamanan, manfaat dan mutu produk; serta menyediakan informasi yang sahih, obyektif, dan dinamis mengikuti perkembangan terkini.

 

____________________________________________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut hubungi: Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, WhatsApp 0811-9181 533, e-mail halobpom@pom.go.id,  twitter@BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia