Siaran Pers / Peringatan Publik

Generasi Muda Produktif dan Cerdas Tolak Penyalahgunaan Obat Di Era New Normal

14 Juli 2020 10:20 WIB Dilihat 927 Kali Humas & DSP

SIARAN PERS

Generasi Muda Produktif dan Cerdas Tolak Penyalahgunaan Obat

Di Era New Normal

 

 

Jakarta – Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa Indonesia pada tahun 2030-2040 akan memasuki momentum penting bonus demografi yaitu usia produktif lebih banyak dari non produktif. “Diperkirakan ¼ nya adalah pemuda/milenial yang akan menjadi tulang punggung angkatan kerja nasional. Momentum bonus demografi perlu diantisipasi dengan penyiapan pemuda yang berkualitas secara terencana, baik pendidikan maupun ketrampilan,” ujarnya.

 

Perkembangan teknologi saat ini, membuat para milenial atau generasi internet tersebut mengandalkan media sosial tempat mendapatkan informasi sebagai sumber berita utama, memperoleh ilmu pengetahuan, chatting, sampai membeli beragam produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak milenial mengisi waktu produktif dan memiliki daya juang enterprener yang baik sejalan dengan luasnya informasi yang diperoleh.

 

Namun disisi lain generasi muda rentan menjadi sasaran oknum tidak bertanggung jawab yang memasarkan obat secara ilegal. Tentu karena rasa ingin tahu/penasaran mendorong untuk mencoba mengonsumsi obat-obatan. “Bermula dari rasa ingin tahu, kemudian mencoba, sampai akhirnya timbul ketergantungan. Terlebih lagi, kini mudah memperoleh obat yang banyak dijual secara daring di berbagai e-commerce dan/atau media sosial,” ujar Penny K. Lukito.

 

Dengan adanya pandemi COVID-19 yang terjadi secara global, pada era New Normal, terjadi peningkatan penjualan melalui daring. Untuk mengantisipasi penjualan obat yang tidak sesuai ketentuan, Badan POM melakukan intensifikasi pengawasan di masa pandemi COVID-19 melalui patroli siber. Pada periode Januari – Juni 2020 Badan POM mengajukan takedown/penghapusan 23.828 link penjualan obat, narkotika, psikotropika golongan benzodiazepine dari total 40.496 link penjualan komoditi Obat dan Makanan yang tidak memenuhi ketentuan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Hasil pengawasan daring obat menunjukkan hasil cukup tinggi karena komoditi obat adalah highly regulated, oleh karena itu dibutuhkan pengawasan yang ketat untuk memastikan produk beredar bermutu, berkhasiat dan aman.

 

Untuk itu, Badan POM terus menggalakkan kegiatan Waspada Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, yang merupakan kelanjutan dari Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat yang telah dicanangkan oleh Presiden RI pada tahun 2017 lalu. Aksi nasional tersebut mempunyai 3 program yaitu Pencegahan, Deteksi, dan Respons. Salah satu program pencegahan dengan menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) melalui seminar online/webinar dengan tema “Generasi Muda, Produktif, Cerdas dan Tolak Penyalahgunaan Obat di Era New Normal” hari ini, Selasa, (14/07). KIE kepada generasi muda untuk waspada penyalahgunaan obat ini diikuti lebih dari 4000 orang generasi milenial dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk generasi muda dari Balai Besar/Balai POM dan Kantor Badan POM di Kabupaten/Kota.

 

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara online melalui zoom meeting ini diharapkan dapat meningkatkan karakter generasi muda yang tangguh terhadap perubahan yang bergitu cepat dan dapat mengantisipasi dampak negatif. Selain itu diharapkan generasi muda akan menjadi agen perubahan masa depan yang produktif selalu semangat membangun negeri ini dan turut serta bersama pemerintah mencegah penyalahgunaan obat.

 

“Pengawasan dan pemberantasan penyalahgunaan obat tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Adik-adik generasi muda dapat ikut berkontribusi aktif, salah satunya dengan menolak penyalahgunaan obat. Selain itu, jika mencurigai dan/atau menemukan indikasi penyalahgunaan obat, dapat melaporkan kepada Badan POM,” ajak Penny K. Lukito. Jadilah konsumen cerdas. Ingat selalu Cek KLIK. Pastikan kemasan dalam kondisi baik. Baca seluruh informasi pada labelnya, termasuk produk obat. Ingat bahwa obat keras hanya boleh dibeli dengan resep dokter. Pastikan produk memiliki izin edar dari Badan POM, dan pastikan tidak melewati masa kedaluwarsa. “Pada masa kewaspadaan pandemi COVID-19, saya ingatkan untuk selalu menerapkan secara disiplin perilaku hidup sehat dengan mengonsumsi obat dan makanan yang aman dan bermutu, berolahraga secara teratur, dan sehatkan bumi kita.” tutupnya.

 

____________________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALOBPOM di nomor telepon 1500533, SMS 0-8121-9999-533, WhatsApp 0811-9181 533, e-mail halobpom@pom.go.id,  twitter@BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia