Siaran Pers / Peringatan Publik

Generasi Emas, Cerdas Memilih Pangan Aman, Bermutu dan Bergizi di Era New Normal

27 Agustus 2020 10:00 WIB Dilihat 857 Kali Humas & DSP

SIARAN PERS

Generasi Emas, Cerdas Memilih Pangan Aman, Bermutu dan Bergizi

di Era New Normal

 

Jakarta – Baru saja masyarakat Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-75. 25 tahun mendatang, tepatnya di tahun 2045, terdapat satu mimpi yang ingin dicapai, yaitu Indonesia Emas. Sebuah impian besar tentang Indonesia yang unggul, maju, dan bersaing dengan dukungan bonus demografi yaitu usia produktif mendominasi populasi penduduk Indonesia. Momentum bonus demografi perlu diantisipasi dengan menyiapkan generasi emas yang berkualitas secara terencana, baik pendidikan, kesehatan, maupun keterampilan.

 

Tantangan perkembangan zaman di era Industri 4.0 dan masa pandemi COVID-19, telah membawa perubahan dalam pola hidup dan pola konsumsi masyarakat yang banyak dilakukan secara online. Hal ini terjadi terutama karena media online maupun media sosial sangat mudah diakses oleh masyarakat saat ini. Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan tren belanja online yang cukup tinggi selama masa pandemi yaitu sebesar 42%. Survei ini juga menyebut bahwa pola belanja online ini paling banyak dilakukan oleh generasi milenial khususnya generasi milenial perempuan dan barang yang paling banyak dibelanjakan adalah bahan makanan sebesar 51%, lalu diikuti belanja kesehatan 20%, pulsa atau paket data 14%, dan sisanya adalah untuk belanja listrik dan makanan minuman siap saji.

 

Generasi muda memang dikenal sangat gemar membeli aneka jajanan kekinian baik berupa pangan siap saji maupun pangan olahan kemasan. Beragamnya promosi pangan dengan penyajian yang kekinian dan harga yang terjangkau, menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka. Tanpa disadari, kecenderungan untuk mengonsumsi makanan berkadar garam, gula, lemak yang berisiko mengganggu kesehatan pun menjadi permasalahan di masa depan.

 

Hasil pengawasan/monitoring iklan pangan yang beredar selama tahun 2019 menunjukkan bahwa dari 8.761 iklan produk pangan yang dipantau ditemukan sejumlah 7.123 iklan (81,30%) telah Memenuhi Ketentuan, dan sebanyak 1.638 iklan (18,70%) Tidak Memenuhi Ketentuan, karena memuat pernyataan bahwa pangan berkhasiat sebagai obat/dikaitkan dengan kesehatan, iklan minuman beralkohol, berlebihan dan menyesatkan.

 

Media internet mendominasi jumlah pelanggaran terbesar (76%)  pada masa pandemi COVID-19 karena kebijakan untuk tetap di rumah telah dicanangkan sehingga masyarakat lebih mudah mengakses segala informasi melalui media internet (media sosial, marketplace dll) , disusul dengan media elektronik (televisi) (13%), media cetak (6%) dan luar ruang (5%).

 

Berdasarkan Patroli Siber 2020, Badan POM telah mengajukan 40.496 rekomendasi takedown baik platform situs, media sosial, maupun e-commerce kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA). Dari jumlah tersebut, 1.643 diantaranya adalah link/situs terkait pangan olahan.

 

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Badan POM terus berupaya untuk memastikan bahwa kemudahan untuk memperoleh berbagai jenis pangan tersebut tetap diikuti dengan upaya peningkatan keamanan pangan yang beredar melalui pengawasan pangan termasuk pangan yang dijual secara online. Selain dari sisi pengawasan, Badan POM juga menyadari bahwa peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat khususnya generasi milenial juga merupakan suatu langkah yang tidak kalah penting agar generasi milenial dapat mengenali, memilih, dan mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.

 

Generasi muda perlu dibekali dengan pengetahuan seperti informasi nilai dan kandungan gizi pada pangan yang mereka konsumsi, kesadaran untuk selalu CEK KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa) serta memilih produk pangan dengan Pilihan Lebih Sehat yang diharapkan menjadi kebiasaan baik di kalangan generasi muda. Dengan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap keamanan pangan diharapkan dapat mewujudkan Generasi Emas Indonesia.

Salah satu kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang dilaksanakan oleh Badan POM adalah Talkshow Webinar “Gebyar Milenial Keamanan Pangan Generasi Emas Cerdas Memilih Pangan Aman, Bermutu, dan Bergizi di Era New Normal” yang diselenggarakan hari ini, Kamis, (27/08). Talkshow diikuti oleh lebih dari 5.000 orang perwakilan siswa SMA/SMK/Madrasah Aliyah dan mahasiswa dari seluruh Indonesia, Kementerian/Lembaga terkait, dan seluruh Balai Besar/Balai/Kantor Badan POM di kabupaten/kota di 34 provinsi.

 

“Generasi muda dapat menjadi bagian dari upaya untuk menyampaikan pesan keamanan pangan kepada sesama temannya, keluarga dan masyarakat secara luas," imbau Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito. "Kita menyadari bersama bahwa penjualan online selama masa pandemi ini semakin intensif. Namun belilah pangan olahan hanya dari tempat/lapak yang terjamin dan pastikan hanya membeli pangan yang memiliki izin edar,” lanjut Kepala Badan POM.

 

“Keamanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama dan tanggung jawab generasi muda tentunya. Generasi muda harus mampu mengajak masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi COVID-19 ini dengan konsumsi pangan gizi seimbang dan cerdas kenali label gizi pada pangan," pesan Penny K. Lukito.

 

Kegiatan talkshow yang dilaksanakan secara virtual ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan generasi muda terutama generasi milenial akan pentingnya keamanan pangan sehingga dapat menjadi agen perubahan masa depan yang produktif dan selalu semangat dalam membangun negeri untuk Indonesia Maju.

 

______________________________________________________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut hubungi: Contact Center HALOBPOM di nomor telepon 1500533, SMS 0-8121-9999-533, WhatsApp 0811-9181 533, email halobpom@pom.go.id,  Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia