Siaran Pers / Peringatan Publik

Badan POM Inisiasi Pertemuan Virtual Antar Negara Anggota OKI Bahas Obat Dan Vaksin COVID-19

9 Desember 2020 15:00 WIB Dilihat 1536 Kali Kerjasama dan Humas

SIARAN PERS

Badan POM Inisiasi Pertemuan Virtual Antar Negara Anggota OKI

Bahas Obat Dan Vaksin COVID-19

 

 

Jakarta – Selain berdampak terhadap aspek kesehatan, pandemi COVID-19 juga berdampak terhadap aspek kehidupan lainnya. Hal ini menjadi tantangan baru bagi seluruh negara, tak terkecuali negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Ketersediaan dan keterjangkauan obat dan vaksin menjadi solusi penting untuk mengakhiri pandemi COVID-19.

 

Badan Regulator Obat Nasional/ National Medicine Regulatory Authorities (NMRA) di setiap negara memiliki andil yang besar dalam mengawal dan mewujudkan ketersediaan obat dan vaksin COVID-19. Oleh karena itu, aksi kolektif NMRA bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk produsen obat dan vaksin di negara anggota OKI merupakan kunci untuk mencapai akses yang merata akan obat dan vaksin COVID-19 di negara anggota OKI.

 

Salah satu upaya Badan POM untuk mengupayakan ketersediaan obat dan vaksin di tengah situasi pandemi COVID-19 ini adalah dengan memprakarsai workshop virtual dengan tema “Enhancing Collaboration in Research, Manufacturing, Management of Medicines and Vaccines in the OIC Member States”, 9-10 Desember 2020. Workshop ini merupakan platform berharga untuk berbagi inisiatif antar negara anggota OKI terkait penanganan pandemi COVID-19, serta mendorong kolaborasi dengan fokus pada penyediaan aksesibilitas dan keterjangkauan obat dan vaksin COVID-19 di negara anggota OKI.

 

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menghadapi pandemi ini. “Belum ada yang bisa memprediksi akhir pandemi COVID-19. Dengan demikian, kita tidak memiliki pilihan selain bekerja sama dalam menghentikan penyebaran virus dan menemukan obat yang paling efektif,” ungkap Kepala Badan POM. “Mari bergandengan tangan dalam upaya bersama memperkuat kerja sama dan kolaborasi di negara-negara anggota OKI untuk menemukan obat dan vaksin COVID-19 yang paling efektif,” lanjutnya.

 

Sejalan dengan tema pada workshop, yaitu “Enhancing Collaboration in Research, Manufacturing, Management of Medicines and Vaccines in the OIC Member States”, negara anggota OKI dan pemangku kepentingan lainnya memiliki kesempatan untuk memberikan rekomendasi strategis yang dapat dilakukan untuk membangun kemitraan dalam menghadapi COVID-19, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

 

Acara ini juga merupakan salah satu bentuk implementasi dari Deklarasi Jakarta yang disepakati pada “The First Meeting of the Heads of National Medicine Regulatory Authorities (NMRAs) from the Organization of Islamic Cooperation (OIC) Member States” di Jakarta tanggal 21-22 November 2018 lalu. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi di antara NMRA serta memastikan kontinuitas pasokan dan akses ke obat-obat esensial dan vaksin, terutama dalam menghadapi pandemi COVID-19.

 

__________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.