Pelatihan Internal Bidang Kimia Obat Nappza Tahun 2019 : Pengujian Disolusi


Example image

Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengujian obat dan kompetensi personel dalam rangka pengawasan mutu obat, Bidang Kimia Obat Nappza rutin mengadakan pelatihan internal setiap satu tahun sekali terkait dengan teknis pengujian. Pada tahun ini, tema pelatihan internal yang diusung adalah pelatihan pengujian disolusi. Pengujian disolusi sendiri merupakan suatu kriteria yang diperlukan untuk menjamin efikasi, keamanan dan mutu produk obat yang beredar berdasarkan pengukuran parameter kecepatan pelepasan dan melarutnya zat aktif obat dari bentuk sediaan.

Pelatihan ini diselenggarakan selama dua hari yaitu pada tanggal 15 – 16 April 2019 bertempat di Bidang Kimia Obat Napzza, PPPOMN Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh personel bidang Kimia Obat Nappza. Pelatihan ini terbagi menjadi pemberian materi teknis pengujian disolusi dan praktik pengujian disolusi obat tablet. Pemberian materi teknis pengujian disolusi disampaikan oleh Prof. Yeyet Cahyati Sumitrapura, salah satu guru besar sekolah farmasi pada Institut Teknologi Bandung (ITB), dan praktik pengujian disolusi obat disampaikan oleh Henry Fareira, salah satu teknisi alat uji disolusi dari PT. Abadi Nusa.

Kegiatan pada pelatihan hari pertama yaitu pemberian materi teknis pengujian disolusi dengan materi yang terbagi menjadi pengembangan metode disolusi, pengujian secara disolusi, dan validasi/verifikasi metode analisis pengujian disolusi. Disolusi adalah salah satu proses biofarmasetik yang harus dialami oleh suatu zat aktif obat dalam tubuh pada saat obat digunakan dalam terapi. Pengujian disolusi digunakan untuk mengetahui secara invitro pelepasan zat aktif obat dari bentuk sediaan menjadi bentuk terlarut. Disolusi berhubungan dengan dimensi mutu obat yaitu efisiensi suatu sediaan obat, karena obat akan efektif jika zat aktif dalam obat dapat sampai diresptor dalam jumlah yang cukup. Oleh sebab itu, Prof Yeyet menekankan bahwa parameter pengujian disolusi harus dapat menggambarkan proses yang sebenarnya terjadi dalam tubuh.

Kegiatan pada hari selanjutnya yaitu pemberian materi teknis kalibrasi alat uji disolusi dan praktik pengujian disolusi tablet obat Abacavir. Kalibrasi alat diperlukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran akurat dan konsisten dengan instrument lainnya. Kalibrasi alat disolusi sendiri meliputi kalibrasi mekanik, dan performance verification test (PVT). Tablet obat yang digunakan pada praktik pengujian adalah Abacavir, Tablet ini merupakan salah satu zat antiretroviral yang digunakan dalam pengobatan sistemik infeksi virus, terutama untuk mencegah dan mengobati HIV/AIDS.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan setiap personel dapat meningkatkan keterampilan dalam pengujian disolusi dan melakukan kalibrasi alat uji disolusi. Peningkatan kompetensi personel juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil data dari Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) yang berfungsi sebagai badan regulasi dan pengawasan terkhusus mutu obat.

TA-PPPOMN



POLLING

Bagaimana pendapat Anda tentang tampilan dan konten website Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional?

KONTAK KAMI

  Jalan Percetakan Negara Nomor 23
    Jakarta - 10560 - Indonesia


  +6221 4244691 / 42883309 / 42883462

  +6221 4263333

  +6281 21 9999 533 (SMS)

  ppid@pom.go.id
      halobpom@pom.go.id / pengaduanyanblik@pom.go.id

© 2019 PPPOMN - BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA