24 Sampel yang diambil di Pasar Semuanya Negatif

20-04-2012 Umum Dilihat 1972 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

"24 sampel yang diambil di pasar semuanya negatif", Ujar Kepala BPOM RI selaku Wakil Ketua tim TPBB, Dra. Lucky S Slamet, M.Sc, kepada seluruh rekan wartawan pada sidak yang dilakukan di Pasar Tanah Kongsi, Padang, pada 19 April 2012 lalu.

Dalam sidak barang beredar baik produk pangan maupun produk non-pangan di Sumatera Barat bersamaTim TPBB (Terpadu Pengawasan Barang Beredar) yang dilakukan di beberapa target, Kepala Badan POM didampingi Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, kementerian koordiantor bidang Perekonomian, kementerian ESDM, Bareskrim Mabel Polsri, Ditjen Bea dan cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Padang serta Balai Besar POM di Padang.

Sidak terhadap produk pangan impor dan pangan mengandung bahan berbahaya, ditemukan sebanyak 22 produk pangan impor ilegal yang berasal dari Peru, Amerika, Belanda, Australia, Singapura, Inggris dan Thailand. Sedangkan dari 24 sampel yang diambil langsung di pasar, diuji di lokasi menggunakan mobil laboratorium keliling Badan POM antara lain mi basah, baso, tahu, ikan asin, ikan segar dan bahan tambahan pewarna semuanya memenuhi persyaratan keamanan (tidak mengandung bahan berbahaya) dan aman untuk dikonsumsi.

Untuk produk non pangan, sidak dilakukan di kawasan Bypass baru di Kota Padang. Di lokasi tersebut ditemukan sebanyak 600 batang baja tulangan beton (BjTB) yang diduga tidak sesuai dengan persyaratan mutu SNI No.07-2052-2002. Ditemukan juga kurang lebih 600 karung sememn putih produksi lokal yang pada kemasannya belum dicantumkan tanda dan nomor SNI dan Nomor Registrasi Produk (NRP).

Peningkatan pengawasan barang beredar secara terpadu dan berkesinambungan sekaligus untuk mendapatkan informasi secara langsung dan riil mengenai peredaran produk-produk tertentu serta upaya yang diperlukan untuk pembinaan agar temuan tidak berulang dan tercipta usaha yang berimbang. Konsumen akan terus dihimbau untuk menjadi konsumen cerdas yang bersikap kritis sebelum membeli dan mengonsumsi barang dan jasa di pasaran. Label bahasa Indonesia untuk produk pangan maupun non-pangan pada setiap barang dan kemasan yang memberikan informasi tentang barang tersebut demi keamanan, keselamatan dan kesehatan masyarakat, imbuhnya.

 

Biro Hukmas

 

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana