AHI: BPOM Terpopuler di Media Sosial 2025, dan 3 PPID Terbaik dan Terinovatif

01-10-2025 Dilihat 755 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Surabaya – BPOM mendapatkan 4 penghargaan dari Anugerah Humas Indonesia (AHI) yang diselenggarakan oleh Humas Indonesia pada Kamis (25/9/2025). Lembaga berlogokan mata elang yang tajam ini berhasil menorehkan prestasi sebagai Institusi Terpopuler di Media Sosial 2025. 

Prestasi tersebut diperoleh berdasarkan hasil monitoring kuantitatif NoLimit dan analisis kualitatif dari Humas Indonesia. Monitoring dilakukan terhadap 8 subkategori, yaitu badan usaha milik negara (BUMN) Tbk, BUMN Non-Tbk, badan usaha milik daerah (BUMD), pemerintah kabupaten, pemerintah kota, pemerintah provinsi, kementerian, dan lembaga negara. BPOM menjadi salah satu penerima penghargaan untuk subkategori lembaga bersama dengan Kejaksaan Agung, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dua unit pelaksana teknis (UPT) BPOM juga turut mendapat penghargaan. Balai Besar POM di Bandar Lampung memperoleh 2 penghargaan, yaitu kategori Gold Winner untuk Pelayanan Informasi Publik Terinovatif dan Bronze Winner untuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Terbaik. Selanjutnya, Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM (PMPU OTSKKos) memperoleh Bronze Winner untuk kategori PPID Terbaik. Penghargaan diserahkan oleh Chief Executive Officer (CEO) NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa kepada perwakilan BPOM.

Aqsath Rasyid Naradhipa mengharapkan wajah Humas Indonesia dalam berkomunikasi dengan masyarakat  tetap mengedepankan pendekatan komunikasi berbasiskan data dan teknologi. Hal ini penting agar komunikasi publik berjalan lebih efektif dalam membangun kepercayaan kepada masyarakat. “Selamat atas terselenggaranya AHI 2025, selamat untuk para pemenang, terus belajar, berkembang, dan memberikan dampak [positif] untuk semua,” ucapnya.

AHI 2025 mengangkat tema "Akuntabilitas Komunikasi dan Keterbukaan Informasi Publik untuk Indonesia Maju". Ada 6 (kategori yang dikompetisikan, yaitu Pelayanan Keterbukaan Informasi Publik Terinovatif, PPID Terbaik, Media Internal, Kanal Digital, Program Kehumasan Pemerintah (Government Public Relations/GPR), dan Kartini HUMAS INDONESIA (KaHI). 

CEO Humas Indonesia Asmono Wikan, dalam sambutannya, menyampaikan kompetisi ini menjadi tolok ukur kinerja humas dari berbagai instansi. Penilaian yang dilakukan menekankan pada pentingnya transparansi dan akuntabilitas komunikasi serta keterbukaan informasi di berbagai lembaga publik.

“Komunikasi publik mendapatkan panggung yang sangat besar. Komunikasi bukan elemen yang remeh-temeh, bukan hanya sebagai penghias dinding dalam rumah organisasi kita. Namun, menjadi elemen yang fundamental demi keberhasilan kita membangun negeri ini,” tutur Asmono Wikan. 

“Tanpa kerja keras komunikasi yang strategis terarah, yang berkelanjutan, kita tidak akan bergerak maju. Banyak hal yang sulit selesai dengan komunikasi [yang baik]. Untuk itu, mari mengisi urat nadi organisasi kita dengan oksigen organisasi publik yang kredibel, tepercaya, dan menyentuh harkat kemanusianan audiens, masyarakat, warga, konsumen, pelanggan, dan bangsa kita,” lanjutnya.

Secara terpisah, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan rasa bahagianya atas prestasi ini. Ia menyambut baik hasil penilaian dari Humas Indonesia dan mendorong jajaran BPOM untuk terus berkinerja optimal dalam memberikan informasi yang transparan, cepat, dan kredibel kepada publik. 

“Prestasi ini sebagai bukti bahwa BPOM mampu terus menunjukkan komitmennya sebagai instansi pemerintah yang terbuka dan memberikan komunikasi publik yang akuntabel dan transparan,” tukas Taruna Ikrar. (HM-Rizky)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana