Apresiasi Atas Kolaborasi Mitra Strategis dalam Pengawasan Obat dan Makanan

05-02-2024 Umum Dilihat 12458 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – BPOM baru saja memperingati hari jadinya yang ke-23 pada 31 Januari 2024 lalu. Tema yang diusung pada momen hari ulang tahun (HUT) BPOM tahun ini adalah “Kolaborasi Hingga Pelosok Negeri untuk Melindungi Masyarakat”. Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh kepribadian dan nilai budaya masyarakat Indonesia, yaitu “gotong-royong”, yang telah mengakar hingga ke dalam pribadi aparatur sipil negara (ASN).

 

“Bagi ASN, kolaborasi adalah salah satu core values dari nilai BerAKHLAK (berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif),” ungkap Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI, L Rizka Andalusia saat memberikan sambutan pada puncak acara peringatan HUT BPOM yang dilaksanakan di Plaza Parkir Timur Senayan, Minggu (04/02/2024).

 

Acara diawali dengan kegiatan senam bersama dan fun walk sejauh 2,2 Km di area Plaza Parkir Timur Senayan yang diikuti oleh jajaran BPOM bersama dengan mitra kerja yang hadir. Fun walk ini sengaja dirancang untuk membangun semangat olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang tengah dibangun di lingkungan kerja BPOM, juga untuk mempererat rasa kebersamaan keluarga besar BPOM dan para mitra. Jajaran BPOM sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam mengonsumsi obat dan makanan melalui poster berisi informasi seputar obat dan makanan aman. Selanjutnya, Plt. Kepala BPOM membuka panggung acara puncak ini dengan mengajak seluruh tamu yang hadir untuk minum jamu bersama dalam rangka mempromosikan gerakan jamu warisan nusantara (JAWARA).

 

Dalam sambutannya, L. Rizka Andalusia menyampaikan bahwa BPOM tidak dapat bekerja sendiri dalam melaksanakan tugas di bidang pengawasan obat dan makanan. “Kolaborasi dengan pemangku kepentingan sangat penting agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa dapat tercapai optimal. Pilar pengawasan obat dan makanan yang efektif setidaknya memerlukan peran pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” tuturnya.

 

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang hadir dalam acara mengatakan bahwa kementerian/lembaga mempunyai tugas untuk melayani rakyat. “BPOM, BPJS, dan Kementerian Kesehatan itu tugasnya melayani kesehatan masyarakat. Masyarakat mesti mudah dapat pelayanannya, mesti bagus pelayanannya, dan mesti murah pelayanannya,” jelasnya. Menteri Kesehatan berharap BPOM tidak hanya di usianya yang ke-23 tahun ini menjadi lebih baik, tetapi juga di 33, 43, 53, sampai nanti di tahun-tahun berikutnya jauh lebih baik lagi untuk memberikan akses obat dan makanan yang mudah, bagus, dan murah.

 

Memfokuskan pada pentingnya kolaborasi, pada puncak acara HUT tahun ini, BPOM memberikan penghargaan kepada para mitra eksternal sebagai apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik. Terdapat lima kelompok mitra strategis yang mendapatkan penghargaan pada kesempatan ini, yaitu masyarakat; mitra internasional dan kerja sama dalam negeri; apotek yang aktif melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi; media; serta pemerintah daerah tematik.

 

Penghargaan kepada masyarakat di antaranya diberikan kepada fasilitator keamanan pangan terbaik tingkat nasional, mahasiswa program Pangan Aman Goes to Campus – Merdeka Belajar Kampus Merdeka terbaik, dan anggota SAKA POM terbaik. Sementara apotek yang menerima penghargaan adalah apotek yang melakukan edukasi AntiMicrobial Resistance (AMR) dan Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar (ABSO).

 

BPOM juga memberikan penghargaan kepada media massa yang banyak membantu BPOM dalam menyampaikan informasi mengenai obat dan makanan serta kinerja BPOM secara berimbang kepada masyarakat. Terdapat lima kategori penghargaan media, yaitu The Best Online Media, The Best Printed Media, The Best Electronic Media, The Best Journalist-Online Media, dan The Best Journalist-Printed Media. Sementara untuk pemerintah daerah, penghargaan antara lain diberikan kepada kabupaten/kota yang melaksanakan pengawasan pangan olahan sesuai standar dan pemerintah pionir dan konsisten dalam mendukung penerapan cara distribusi obat yang baik.

 

Pada kesempatan ini, BPOM juga turut menggandeng mitra usaha mikro, kecil, dan menengah yang dibinanya untuk ikut serta dan memperkenalkan produk-produk unggulannya melalui Expo UMKM yang terdapat di salah satu sisi area acara. Expo UMKM diikuti oleh 15 UMKM kosmetik, 5 UMKM obat bahan alam, dan 5 UMKM pangan olahan.

 

Mewakili seluruh jajaran BPOM. Plt. Kepala BPOM menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama dari para mitra BPOM. L Rizka Andalusia menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan dan diperluas untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. “Semoga dengan kolaborasi yang erat, pengawasan obat dan makanan makin kuat untuk mewujudkan Indonesia Maju, Unggul, dan Sejahtera,” tutupnya. (HM-Nelly)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana