Apresiasi Stakeholder dan Agen Perubahan, BPOM Dorong Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan

20-12-2023 Umum Dilihat 894 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – BPOM menggelar kegiatan “BPOM Award, Penyerahan Sertifikat Akreditasi dan Penghargaan” di Aula Gedung Merah Putih, Selasa (19/12/2023). Awarding ini digelar untuk memberi apresiasi bagi pihak-pihak yang telah membantu BPOM dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam pengawasan obat dan Makanan di seluruh Indonesia. Juga untuk melakukan sosialisasi terkait program pelatihan teknis penyuluh keamanan pangan (PKP) pertama dan District Food Inspector (DFI) Junior di tahun 2024. 

Kegiatan ini dihadiri oleh lintas sektor sebagai stakeholder BPOM, yaitu Kepala Pusat Pengembangan Kepegawaian Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara (BKN), Satya Pratama; Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang (Pusdiklat APU) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Akhyar Effendi; Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Fajar Tri Suprapto; Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis Universitas Terbuka, Rahmat Budiman; Kepala Lembaga/Instansi Penyelenggara Pelatihan Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) Pertama dan DFI Junior; serta para pimpinan unit kerja di lingkungan BPOM. Hadir pula sebagai peserta kegiatan adalah perwakilan dari lembaga pelatihan yang telah mendapat rekomendasi melakukan pelatihan teknis di bidang pengawasan obat dan makanan dan perwakilan dari dinas kesehatan kabupaten/kota.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI, L Rizka Andalusia. Dalam sambutannya, Plt. Kepala BPOM menyebutkan pentingnya kegiatan kerja sama dan kemitraan, seperti forum DFI Junior dan pelatihan teknis PKP, yang disosialisasikan hari ini. 

Salah satu program kemitraan dalam pengembangan SDM POM, yaitu kerja sama BPOM dan 19 lembaga pelatihan mitra melalui Program Pelatihan Teknis Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) Pertama dan DFI Junior. Program ini merupakan program pelatihan berbasis kompetensi. Setelah dinyatakan lulus pelatihan, peserta disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BPOM yang telah terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). PKP dan DFI yang tersertifikasi berarti memiliki standar kompetensi mumpuni yang dibangun selama pelatihan dan diasah dengan pengalaman melaksanakan tugas bagi masyarakat.

“Kegiatan penyuluhan keamanan pangan dan DFI Junior sangat penting karena pengawalan keamanan pangan sangat penting, terutama pada pangan untuk anak-anak yang masih bertumbuh dan berkembang, untuk membangun SDM unggul dan berdaya saing. Tentunya untuk terwujudnya Indonesia Emas 2045, angka stunting tidak ada lagi di Indonesia,” ujar Plt. Kepala BPOM.

Pada kesempatan tersebut, BPOM menyerahkan sertifikat akreditasi kepada dua mitra daerah sebagai Lembaga Penyelenggara Pelatihan PKP Pertama dan DFI Junior. Keduanya adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (terakreditasi A) dan Balai Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (terakreditasi B).

Selain itu, BPOM juga menyampaikan penghargaan kepada tiga mitra BPOM atas kerja sama strategis dalam pengembangan kompetensi tahun 2023. Pertama, kepada Universitas Terbuka dengan kategori Kerja Sama Universitas Penyelenggara Tugas Belajar Terbaik. Kedua, kepada Pusat Pengembangan Kepegawaian ASN BKN dengan kategori Kerja Sama Penyelenggaraan Pelatihan Terbaik. Ketiga, kepada Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Anti Pencucian Uang Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dengan kategori Kerja Sama Fasilitasi Peserta Pelatihan Teknis Terbaik. 

“Program pelatihan SDM POM, seperti PKP dan DFI, adalah salah satu kontribusi nyata turut membangun kesehatan masyarakat dan perekonomian daerah. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berkembang untuk memberikan jangkauan manfaat yang lebih luas bagi usaha pangan dan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia,” tukas Plt. Kepala BPOM.

Di akhir awarding, Plt. Kepala BPOM memberi penghargaan di bidang pengembangan kompetensi SDM kepada jajaran BPOM. Unit kerja pusat yang memperoleh penghargaan, antara lain Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif (skor 91.20); Biro Hukum dan Organisasi (skor 90.00); dan Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif (skor 86.20). Sedangkan, UPT BPOM yang memperoleh penghargaan, antara lain Balai Besar POM di Yogyakarta (skor 85.80); Balai Besar POM di Bandar Lampung (skor 81.00); dan Balai Besar POM di Denpasar (skor 78.40). 

Plt. Kepala BPOM  juga memberikan sertifikat penghargaan untuk agent of change (AoC) di tingkat unit kerja pusat dan UPT. Untuk unit kerja pusat diberikan kepada Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (skor 90.85); Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan (skor 89.53);  dan Direktorat Standardisasi Pangan Olahan (skor 89,01)). Sementara di tingkat UPT diraih oleh Balai POM di Pangkalpinang (skor 90.11); Balai Besar POM di Surabaya (skor 89.60), dan Balai POM di Kupang (skor 89,52).

Penghargaan-penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi unit kerja pusat dan UPT penerima penghargaan untuk terus mempertahankan prestasinya. Dan bagi unit kerja dan UPT lainnya juga agar dapat dijadikan teladan dan inspirasi untuk terus menunjukkan kinerja yang terbaik. (HM-Rizky)

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana