Badan POM Sita Obat Tradisional Ilegal Senilai 3 Milyar

07-06-2013 Umum Dilihat 2236 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Hampir tiga milyar rupiah Obat Tradisional (OT) ilegal dan mengandung bahan kimia obat (BKO) disita Balai Besar POM (BBPOM) di Semarang saat menggerebek sebuah pabrik tempat memproduksi jamu tradisional di daerah Cilacap. Tepatnya 21 item (lebih dari 100.000 kemasan) Obat Tradisional ilegal ditemukan beserta produk setengah jadi, bahan kemasan label alat produksi, serta barang bukti lainnya. Temuan ini merupakan hasil pengawasan BBPOM di Semarang. Produsen jamu tersebut, sebelumnya pernah ditangkap untuk kasus yang sama pada tahun 2009 dan 2010.

Dalam konferensi pers Selasan, 4 Juni 2013, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen Badan POM, Kepala BBPOM di Semarang, dan Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan menyatakan bahwa pada awalnya, pabrik jamu tersebut sudah memproduksi Obat Tradisional sesuai ketentuan, sehingga telah mendapatkan izin produksi dan izin edar. Namun kemudian, pemilik pabrik mengganti komposisi jamu dengan menambahkan bahan berbahaya agar cespleng dan harganya lebih murah.

Dari hasil sampling dan pengujian laboratorium yang dilakukan oleh BBPOM di Semarang, Obat Tradisional tersebut mengandung Chlorpheniramin Maleat (CTM). Sebagai tindak lanjut terhadap temuan OT ilegal/OT BKO di atas, Balai Besar POM di Semarang akan melakukan tindak lanjut secara pro-justitia berdasarkan U ndang-Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Pasal 196, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) Juncto Pasal 197 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu milyar lima ratus juta rupiah).

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen mengatakan bahwa Badan POM akan terus melakukan pengawasan terhadap peredaran Obat dan Makanan, termasuk Obat Tradisional ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya, baik melalui pemutusan mata rantai supply maupun demand. Untuk mewujudkan itu semua, selain melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku pelanggaran, Badan POM juga melakukan kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat agar dapat menjadi konsumen yang cermat dan cerdas, sehingga tidak lagi mengkonsumsi Obat Tradisional ilegal dan atau mengandung bahan kimia obat.

Biro Hukmas

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana