Jakarta – BPOM menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam di wilayah Sumatra melalui program "BPOM Peduli" pada Selasa (2/12/2025). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar, yang juga disaksikan oleh perwakilan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama, Fungsional Ahli Utama, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan pegawai lingkungan BPOM di seluruh Indonesia baik yang hadir secara luring di Kantor BPOM Pusat maupun daring melalui platform Zoom Meeting.
Program BPOM Peduli merupakan inisiatif aksi sosial BPOM dalam menyalurkan santunan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan moril dan materiel untuk meringankan beban dan memberikan semangat baru bagi korban bencana. Santunan kali ini menjadi bentuk belasungkawa dan empati BPOM atas kejadian bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra.
Bencana alam yang terjadi di kawasan Sumatra tidak hanya merusak fasilitas dan infrastruktur umum, melainkan juga merenggut harta bahkan nyawa. Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi wilayah yang paling terdampak akibat bencana yang terjadi di penghujung tahun 2025 ini.
“BNPB [Badan Nasional Penanggulangan Bencana] melaporkan terdapat 640 korban jiwa, kemudian ada 464 Korban yang hilang, serta 2.600 korban luka. Selain itu, ada 1,5 juta warga terdampak dengan jumlah pengungsi 570.000 orang. Tentu kita sebagai pemerintah, sebagai orang yang memiliki amanah dari rakyat, harus berbuat secara maksimal dengan seluruh kemampuan yang dimiliki [untuk membantu],” ujar Taruna Ikrar dalam sambutannya sebelum menyerahkan bantuan secara simbolis.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar kepada perwakilan UPT di Sumatra yang terdampak, yaitu Kepala Balai Besar POM di Padang M. Suhendri. Penyerahan simbolis ini bukan hanya dukungan finansial namun juga sebagai wujud nyata solidaritas seluruh keluarga besar BPOM kepada pegawai dan keluarga yang sedang menghadapi musibah.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Utama BPOM Jayadi juga melaporkan kondisi dari 6 unit pelaksana teknis (UPT) BPOM yang ikut terdampak oleh bencana alam ini, yaitu wilayah Balai Besar POM (BBPOM) di Aceh, BBPOM di Padang, BBPOM di Medan, Balai POM di Tanjung Balai, Balai POM di Payakumbuh, dan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah. Dari total 487 pegawai, 93 di antaranya terdampak banjir dan tanah longsor dengan tingkat dampak berat sebanyak 53 orang, ringan sebanyak 39 orang, dan 1 orang dengan tingkat lainnya.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama memohon keselamatan, kemudahan pemulihan bagi korban banjir dan tanah longsor di Sumatra, serta perlindungan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Melalui aksi sosial ini, BPOM berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor, sekaligus memberikan suntikan semangat dan harapan baru bagi mereka untuk segera bangkit. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen BPOM sebagai bagian dari pemerintah untuk memperkuat tali persaudaraan serta semangat gotong royong bangsa. (HM-Hilmalia)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
