Jakarta — Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan pentingnya konsep sinergi unsur akademisi, industri, dan pemerintah sebagai kunci transformasi pendidikan tinggi menuju institusi berkelas dunia. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan paparan bertajuk “Konsep Academia, Business, and Government (ABG) Menuju World Class University” pada Kuliah Umum Program Pascasarjana Universitas Megarezky Makassar Tahun Akademik 2025/2026. Kuliah umum yang digelar secara daring pada Kamis (18/12/2025) ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang merupakan mahasiswa dan tenaga pengajar dari Universitas Megarezky.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Rektor Universitas Megarezky Anwar Ramli menyampaikan bahwa tema yang diangkat pada kuliah umum ini sangat tepat karena ketiga unsur dari triple helix merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. “Tema kuliah umum hari ini sangat tepat, yaitu akademik, bisnis, dan government atau triple helix, yang saling terkait satu dengan yang lain. Mulai dari bagaimana peran dunia kampus atau akademika untuk melahirkan pengembangan ilmu dan hasil-hasil [dari penelitian] yang dilakukan di kampus diharapkan dapat diterapkan atau diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat,” tutur Anwar.
Melalui paparannya, Taruna Ikrar menjelaskan bahwa konsep triple helix lahir dari pengalaman panjangnya berkarier di berbagai negara, termasuk Jepang dan Amerika Serikat, sebelum kembali mengabdi di Indonesia. “Akademia membutuhkan bisnis dan government, begitu pula sebaliknya. Tidak ada satu sektor pun yang bisa unggul sendiri. Kolaborasi adalah kunci lahirnya inovasi dan kemajuan bangsa,” ujar Taruna.
Ia memaparkan berbagai tantangan global yang kini dihadapi dunia, mulai dari perubahan iklim, krisis lingkungan, pandemi, hingga fenomena silent pandemic, seperti antimicrobial resistance (AMR). Taruna mengungkapkan bahwa sekitar 43% bakteri Escherichia coli telah resistan terhadap antibiotik. Hal ini berpotensi menyebabkan kematian yang bukan karena ketiadaan obat, melainkan karena obat tidak lagi efektif.
“Jika tidak ditangani serius, silent pandemic ini diperkirakan dapat menyebabkan kematian hingga 50 juta penduduk dunia dalam 20–25 tahun ke depan,” tegasnya.
Selain itu, perkembangan teknologi digital, artificial intelligence, dan society 5.0 turut mengubah lanskap pendidikan global. Menurut Taruna, kondisi tersebut menuntut transformasi pendidikan tinggi melalui strategi yang terukur, action plan yang jelas, serta budaya akademik yang adaptif dan inovatif.
Sebagai dukungan terhadap upaya Universitas Megarezky untuk menjadi universitas yang diakui secara global, Taruna Ikrar kemudian membahas mengenai karakteristik yang diperlukan untuk menjadi world class university. Karakteristik yang perlu dimiliki antara lain memiliki kinerja relatif unggul, faktor keberhasilan yang jelas, serta kemampuan menghasilkan output yang berdampak luas bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa dari sekitar 3 juta perguruan tinggi di dunia, hanya sekitar 0,03% yang masuk kategori world class university.
“Untuk bersaing di tingkat global, universitas harus memiliki keunggulan yang nyata, didukung dosen berkualitas, mahasiswa berprestasi, alumni berpengaruh, serta kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.
Taruna juga menyoroti peran BPOM sebagai world class national regulatory authority yang sedang berproses untuk memperoleh pengakuan internasional dari World Health Organization (WHO). Saat ini, BPOM telah menjalin kerja sama dengan 174 perguruan tinggi di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional.
“Kampus adalah pusat inovasi. Industri memiliki sumber daya dan fasilitas. Sementara government menjembatani regulasi. Jika ketiganya terhubung, maka akan lahir produk inovatif dan daya saing bangsa,” ungkap Taruna lebih lanjut.
Menutup kuliah umumnya, Taruna menyampaikan optimismenya terhadap Universitas Megarezky untuk mampu bersaing di tingkat global dengan mengadopsi konsep sinergi ABG secara konsisten. “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world. Saya berharap Universitas Megarezky dapat menjadi salah satu kampus terbaik dunia, dan itu dimulai dari sekarang,” tutupnya. (HM-Laras/HM-Herma)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
