Bimbingan Teknis Peningkatan Kemanan dan Kemanfaatan Jamu Gendong Tanpa Bahan Kimia Obat (BKO)

08-04-2013 Umum Dilihat 2318 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Sabtu, 6 April 2013, bertempat di salah satu hotel di Kota Jakarta, Direktorat Obat Asli Indonesia, Badan POM RI, melakukan bimbingan teknis kepada para penjaja jamu gendong yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Bimbingan teknis dihadiri oleh 100 orang para penjaja jamu gendong dengan diwakili oleh 6 kelompok penjaja jamu gendong yaitu kelompok penjaja jamu lestari, kelompok jamu gendong sumber waras, kelompok jamu taman mini, kelompok jamu tebet, kelompok jamu as syifa dan kelompok jamu dahlia.

Pada sambutannya, anggota komisi IX DPR RI Dra. Hj. Okki Asokawati, M.Si menyampaikan bahwa Para Penjaja Jamu merupakan salah satu poret wanita Indonesia, yang telah berkontribusi besar pada peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia. Beliau menambahkan pula agar para penjaja jamu gendong dapat berkerja sambil beribadah dengan tidak mencampur jamu gendong dengan bahan kimia obat (BKO) yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Pembukaan bimbingan teknis dilakukan oleh Kepala Badan POM RI, Dra. Lucky S Slamet, MSc. Kepala Badan POM RI menghimbau agar kerjasama antara pemerintah dengan GP Jamu dan para penjaja jamu dapat bekerjasama dengan lebih baik, senantiasa dapat memutus mata rantai peredaran jamu mengandung BKO. Jamu gendong sebagai warisan leluhur dari nenek moyang kita berpotensi besar dalam meningkatkan perekonomian Indonesia dan dapat pula dijadikan sebagai salah satu daya tarik para wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri, misalnya dengan menciptakan suatu wisata kuliner sehat dengan minum jamu gendong.

Selain dari anggota DPR RI, bimbingan teknis kepada para penjaja jamu gendong juga dihadiri oleh Ketua GP Jamu Indonesia, DR. Charles Saerang. Ketua GP Jamu dalam sambutannya menyampaikan bahwa para penjaja jamu merupakan laskar/ujung tombak GP Jamu Indonesia, sangat diharapkan agar dapat menjadi kepanjangan tangan dari GP Jamu Indonesia, dengan menyampaikan informasi kepada para pelanggan untuk tidak mengkonsumsi jamu yang mengandung bahan kimia obat (BKO).
Bimbingan teknis ini juga dihadiri oleh narasumber yang kompeten terkait obat tradisional antara lain:

  1. Prof. DR. Purwantyastuti dari Farmakologi Universiats Indonesia,
  2. Ir. Musdalifah Machmud, MT dari Kemeko Perekonomian RI,
  3. Devita dan Supriyono dari PT. Mustika Ratu.

Para Narasumber menyampaikan materi dengan cara yang sangat sederhana dan mudah dicerna oleh para penjaja jamu gendong, terlihat dengan keantuasiasan mereka dalam mengikuti bimbingan teknis tersebut.

Direktorat Obat Asli Indonesia


Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana