BPOM Ajak Platform Marketplace Berpartisipasi dalam Program INTERAKSI

09-12-2023 Umum Dilihat 903 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – “BPOM melaksanakan pengawasan obat dan makanan secara komprehensif sepanjang life cycle produk, dari pre-market hingga post-market. Hal ini bertujuan memastikan semua produk obat dan makanan yang akan digunakan masyarakat aman, berkhasiat, dan bermutu. Pengawasan tidak hanya secara offline, melainkan juga online. Tidak hanya terhadap produk, tetapi juga periklanannya.” Demikian disampaikan Plt. Kepala BPOM RI, L. Rizka Andalucia dalam sambutannya pada acara “Peluncuran Program INTERAKSI (Input Nomor Izin Edar BPOM Ketika Promosi) dan Penjelasan Publik/Public Warning Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik dalam rangka Peningkatan Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Legalitas dan Keamanan Produk” yang digelar di Aula Bhinneka Tunggal Ika BPOM pada Jumat (08/12/2023).

 

Lebih lanjut, Plt. Kepala BPOM memaparkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah memudahkan semua urusan kehidupan manusia. Tidak terkecuali pemanfaatan e-commerce produk kebutuhan sehari-hari seperti obat dan makanan, terlebih pada saat pandemi COVID-19. BPOM bersikap agile terhadap dinamika peredaran obat dan makanan secara online yang terus tumbuh ini. Salah satunya dengan menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengawasan Obat dan Makanan yang Diedarkan secara Daring sebagaimana telah diubah dengan Peraturan BPOM Nomor 32 Tahun 2020.

 

“Produk obat dan makanan yang beredar online tetap harus memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat yang sama seperti produk yang dijual offline. Karena produknya sama, konsumennya juga sama, hanya cara perolehannya yang berbeda,” tegas Plt Kepala BPOM. Rizka menyebutkan sampai saat ini, BPOM masih menemukan adanya peredaran obat tradisional (OT), suplemen kesehatan (SK), dan kosmetik yang tidak mencantumkan nomor izin edar (NIE) atau bahkan tidak memiliki NIE, baik pada jalur offline maupun online.

 

Di jalur online, diketahui belum semua platform marketplace mewajibkan pencantuman NIE saat menjual dan mempromosikan produk OT, SK, dan kosmetik. Dampaknya, masih banyak produk beredar yang tidak ada status legalitasnya, bahkan beberapa merupakan produk ilegal dan palsu.

 

Karena itu pada kesempatan ini, BPOM berkolaborasi dengan pemangku kepentingan, khususnya para pengelola marketplace, meluncurkan Program INTERAKSI (Input Nomor Izin Edar BPOM Ketika Promosi) di marketplace. Sebagai langkah awal, Indonesia E-Commerce Association (IdEA) dan sejumlah platform marketplace menandatangani komitmen untuk menjamin legalitas produk yang dijual dan berpartisipasi dalam program INTERAKSI. Plt. Kepala BPOM menyampaikan apresiasinya kepada Blibli, Shopee, dan GoApotik sebagai tiga platform yang telah cepat tanggap menerapkan kewajiban pencantuman NIE.

 

Pada saat sesi tanya jawab dengan media setelah acara peluncuran, Wakil Ketua IdEA, Budi Primawan menyatakan IdEA berupaya untuk menciptakan lingkungan berbelanja online yang aman, dan nyaman. “Semua anggota IdEA berupaya untuk berkomitmen dan berpartisipasi dalam program INTERAKSI, terutama marketplace yang besar-besar akan menjalankan. Namun, untuk yang masih terkendala teknis akan menyusul,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang menyebutkan bahwa kegiatan hari ini merupakan bentuk kolaborasi lembaga pemerintah dan asosiasi perdagangan e-commerce, serta pelaku usaha dalam rangka memberikan perlindungan kepada konsumen. “Program INTERAKSI merupakan bukti kerja sama dan semangat dari Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50 Tahun 2020 dan Permendag Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa pedagang wajib menayangkan bukti pemenuhan kewajiban standar,” ujarnya.

 

Selaras dengan pernyataan Moga Simatupang, Plt. Kepala BPOM juga menyatakan bahwa kegiatan hari ini diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sekaligus mendukung pengembangan dunia usaha dengan mengawal produk obat dan makanan memenuhi aspek legalitas dan kualitas. (HM-Nelly)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana