BPOM Ajak Wujudkan Lingkungan Aman bagi Anak Melalui Edukasi dan Pengawasan Obat serta Pangan

24-07-2026 Kerjasama dan Humas Dilihat 1044 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari berbagai ancaman yang dapat menghambat tumbuh kembangnya. Selain perlindungan dari kekerasan fisik maupun psikis, anak juga perlu dilindungi dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan, zat berbahaya, serta konsumsi pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi.

Komitmen tersebut terus diperkuat BPOM melalui berbagai program edukasi, pengawasan, dan kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui kehadiran Kepala BPOM Taruna Ikrar pada penayangan perdana film "Sahabat Anak" di Jakarta Timur, Kamis (23/7/2026). Film drama musikal keluarga yang terinspirasi dari perjalanan hidup Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kak Seto, mengangkat dedikasinya selama lebih dari 5 dekade dalam memperjuangkan hak dan perlindungan anak di Indonesia. Premiere film tersebut diluncurkan bertepatan dengan Hari Anak Nasional ke-42 yang diperingati setiap 23 Juli.

Kehadiran BPOM dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi bersama LPAI dalam membangun ekosistem perlindungan anak yang lebih komprehensif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan obat dan pangan bagi anak. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

"Anak-anak adalah aset paling berharga yang dimiliki bangsa Indonesia. Karena itu, mari kita selalu mendukung, melindungi, dan menyayangi mereka. Kita semua harus menjadi sahabat anak Indonesia agar mereka dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter," ujar Taruna Ikrar.

Taruna menambahkan bahwa BPOM tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, tetapi juga berkomitmen mendukung tumbuh kembang dan kreativitas anak Indonesia. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan.

"BPOM bersama Kak Seto akan terus mendukung kreativitas anak-anak Indonesia agar mereka dapat mengembangkan seluruh potensi terbaiknya. Anak-anak harus diberikan ruang yang aman untuk belajar, berkarya, dan bermimpi setinggi-tingginya," katanya.

Menurut Taruna Ikrar lagi, salah satu ancaman yang harus diwaspadai bersama adalah penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang dapat merusak masa depan generasi muda sejak usia dini. "Jangan sampai mimpi-mimpi besar anak-anak kita hilang hanya karena terjerat penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Melalui momentum Hari Anak Nasional ini, BPOM mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga tumbuh kembang anak dengan memastikan mereka terlindungi dari penyalahgunaan obat dan zat berbahaya," tegas Taruna Ikrar.

Sebagai otoritas pengawas obat dan makanan, BPOM terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui berbagai program yang berorientasi pada pencegahan. Salah satunya adalah edukasi kepada masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas melalui kampanye Cek KLIK, yaitu cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk obat maupun pangan. Untuk pangan siap saji, BPOM juga mengampanyekan Cek BEBAS, yaitu memastikan Bentuk, Bau, Warna, dan Rasa pangan dalam kondisi baik sebelum dikonsumsi.

Selain itu, BPOM secara rutin melaksanakan pengawasan terhadap pangan jajanan anak sekolah, pangan yang dijual secara daring maupun luring, serta obat dan suplemen kesehatan yang beredar di masyarakat. Pengawasan tersebut diperkuat melalui pengujian laboratorium, penindakan terhadap produk ilegal, pengawasan iklan, serta pembinaan kepada pelaku usaha agar produk yang beredar memenuhi standar keamanan dan mutu.

BPOM juga terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti Komunitas Desa Pangan Aman, Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak yang Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta edukasi kepada keluarga dan tenaga pendidik mengenai pentingnya memilih obat dan pangan yang aman bagi anak. Program-program tersebut bertujuan membangun budaya keamanan pangan sejak usia dini sekaligus meningkatkan literasi masyarakat agar mampu melindungi anak dari risiko produk yang tidak memenuhi ketentuan. Sinergi dengan LPAI menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas jangkauan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan dan zat berbahaya, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam melindungi anak.

Kolaborasi BPOM di dunia internasional juga diwujudkan bersama United Nations Children's Fund (UNICEF). Pada 22 Juni 2026 lalu, BPOM telah menandatangani Programme Document (ProDoc) Kerja Sama Tahun 2026–2030, yaitu dokumen operasional yang mendukung implementasi Country Programme Action Plan (CPAP) bersama UNICEF dengan tujuan utama mewujudkan lingkungan pangan sehat bagi anak Indonesia. 

Menutup sambutannya, Taruna Ikrar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perlindungan anak sebagai tanggung jawab bersama. "Anak-anak adalah mimpi besar bangsa ini. Jika mereka tumbuh sehat, terlindungi, dan mampu mengembangkan potensinya secara optimal, maka Insya Allah cita-cita Indonesia Emas 2045 akan dapat kita wujudkan bersama," pungkasnya. (HM-Benny)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana