BPOM Ajukan Peningkatan Kapasitas SDM melalui Internship di TGA Australia

08-05-2024 Umum Dilihat 294 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI, L. Rizka Andalusia menyambut kedatangan Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia ke Kantor BPOM pada Selasa (07/05/2024). Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari pada 6–8 Mei 2024 ini dihadiri oleh Regional Advisor, Indo-Pacific Regulatory Strengthening Program (RSP), Paul Huleatt dan Acting Director, Senior Regulatory Scientist – Quality RSP, Karen Loft.

Agenda kunjungan ini yaitu membahas dukungan peningkatan kapasitas untuk produk terapi lanjutan/advanced therapy medicinal products (ATMP). Topik lain yang juga dibahas adalah keberlanjutan kerja sama BPOM-TGA Australia di bawah kerangka RSP melalui Exchange of Letters (EoL), serta rencana pelatihan/internship di TGA. Di sela-sela kunjungan, TGA juga diajak meninjau beberapa fasilitas yang dimiliki BPOM, antara lain: ruang contact center; Aula Bhinneka Tunggal Ika; employee corner, dan Auditorium Merah Putih.

“Produk terapi lanjutan atau ATMP adalah terapi canggih yang mewakili kemajuan signifikan dalam bidang kedokteran dan saat ini semakin banyak digunakan dalam pengobatan penyakit tertentu. BPOM tertarik dengan informasi yang disampaikan bahwa TGA telah menyetujui beberapa produk biologis/ATMP berupa terapi sel, antara lain biologis kelas 3 dan biologis kelas 4, serta terapi gen,” ucap Plt. Kepala BPOM saat sesi diskusi. 

Sebagai otoritas regulator obat nasional di Indonesia, BPOM membutuhkan penguatan kapasitas dalam menghadapi perkembangan teknologi pengobatan baru. Upaya ini penting untuk memastikan bahwa masyarakat Indonesia dapat mengakses ATMP dengan standar kualitas, keamanan, dan efikasi tertinggi.  

Kolaborasi BPOM-TGA telah dimulai sejak tahun 2018 di bawah kerangka RSP. Melalui kerja sama tersebut, BPOM telah menerima banyak dukungan pengembangan kapasitas dari TGA, antara lain berupa pelatihan, workshop, dan pertukaran informasi yang bermanfaat dalam penguatan sistem regulatori obat di Indonesia. Untuk selanjutnya, Plt. Kepala BPOM menekankan kerja sama untuk kebutuhan penguatan kapasitas regulatori produk terapi lanjutan/ATMP mencakup sembilan fungsi yang esensial, meliputi (1) Sistem Regulatori Nasional (National Regulatory System), (2) Registrasi dan Izin Edar (Registration and Marketing Authorization), (3) Vigilance, (4) Pengawasan Post-Market (Market Surveillance and Control), (5) Licensing Establishments, (6) Inspeksi Regulatori (Regulatory Inspection), (7) Pengujian Laboratorium (Laboratory Testing), (8) Pengawasan Uji Klinik (Clinical Trials Oversight), dan (9) NRA Lot Release.

“TGA merupakan otoritas regulator yang memiliki kapasitas di bidang ini dan berkomitmen kuat untuk mendukung BPOM dalam penguatan sistem regulatori. Untuk itu, BPOM bermaksud mengajukan permohonan internship/magang di TGA, khususnya pada fungsi Marketing Authorization dan Vigilance. Ke depannya, kami juga akan mengusulkan internship pada fungsi Regulatory System dan Post-Market Surveillance,” tukas Plt. Kepala BPOM mengharapkan kerja sama yang berkelanjutan dengan TGA.

Paul Huleatt menyambut dengan baik usulan kerja sama yang diajukan oleh Plt. Kepala BPOM. Menurutnya, program internship akan memberikan pengalaman yang berharga dan pihak TGA akan mendiskusikannya lebih lanjut untuk pelaksanaannya. (HM-Rizky)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana