BPOM dan Fakultas Farmasi Universitas Jember Tanda Tangani PKS Pengembangan Bahan Baku Pembanding

07-09-2026 Kerjasama dan Humas Dilihat 115 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jember, Jawa Timur – BPOM terus mendorong sinergi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi untuk pengawasan obat dan makanan berbasis sains. Komitmen tersebut diwujudkan salah satunya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPOM dan Fakultas Farmasi Universitas Jember (UNEJ) tentang Pengembangan Isolat sebagai Bahan Baku Pembanding Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026) di Aula Fakultas Farmasi Universitas Jember.

PKS ditandatangani oleh Kepala Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) Mimin Jiwo Winanti dan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Jember Ari Satia Nugraha. Proses penandatanganan juga dihadiri dan disaksikan oleh Kepala Balai POM di Jember Benny Hendrawan Prabowo beserta tim dan jajaran Dekanat Fakultas Farmasi Universitas Jember.

Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara regulator dan akademisi yang menjadi bagian dari kerangka Kolaborasi Academia, Business, and Government (ABG). Arah kerja sama yang dibangun khususnya untuk mendukung kegiatan riset, pengembangan metode analisis, standardisasi, serta penyediaan bahan baku pembanding yang diperlukan dalam pengujian sediaan farmasi dan pangan olahan.

Kepala PPPOMN Mimin Jiwo Winanti menuturkan bahwa kerja sama ini dapat mendorong berjalannya pengembangan riset, khususnya berkaitan dengan penyediaan bahan baku pembanding. Bahan baku pembanding berperan penting dalam kegiatan pengujian laboratorium karena digunakan untuk mendukung proses identifikasi, konfirmasi, maupun penetapan kadar suatu senyawa. “Ketersediaan bahan baku pembanding yang memiliki karakteristik dan kualitas yang sesuai akan turut mendukung keandalan hasil pengujian sebagai salah satu dasar dalam pelaksanaan pengawasan obat dan makanan,” jelas Mimin.

Selain itu, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Jember Ari Satia Nugraha, dalam sambutannya, juga menambahkan bahwa sinergi antara kepakaran akademis dan kompetensi BPOM memiliki kekuatan untuk menghasilkan bahan baku isolat berkualitas tinggi. “Kerja sama ini menjadi langkah nyata agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi produsen dan pengembang bahan baku pembanding berbasis kekayaan alam sendiri, sehingga dapat mendukung kemandirian bahan baku pembanding nasional,” ungkap Ari.

Melalui kerja sama ini, potensi keilmuan, sumber daya manusia, serta fasilitas penelitian yang dimiliki Universitas Jember dapat disinergikan dengan kompetensi dan kebutuhan pengawasan yang dimiliki BPOM. Sinergi tersebut diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan pengujian dan pengawasan.

Tidak hanya berfokus pada aspek penelitian, kegiatan penandatanganan PKS juga menjadi momentum untuk memperkenalkan peran BPOM kepada generasi muda. Dalam rangkaian momen tersebut, Kepala PPPOMN berkesempatan melakukan sharing session kepada mahasiswa Fakultas Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Universitas Jember mengenai peran BPOM dalam melaksanakan pengawasan obat dan makanan, terutama kontribusi laboratorium BPOM dalam menjamin keamanan, khasiat, dan mutu produk yang beredar di masyarakat.

Pada sesi tersebut, Mimin juga menjelaskan mengenai pencapaian status WHO-Listed Authority (WLA) yang semakin meningkatkan reputasi BPOM sebagai regulator obat dan makanan di tingkat internasional. “Selain itu, laboratorium BPOM memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam jejaring pengujian dan pengawasan obat dan makanan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dalam konteks internasional,” lanjutnya.

Pengenalan mengenai kiprah BPOM di tingkat internasional diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai peluang dan tantangan profesi di bidang pengujian obat dan makanan. Mahasiswa juga didorong untuk melihat bahwa kompetensi di bidang farmasi memiliki ruang kontribusi yang luas dalam mendukung perlindungan kesehatan masyarakat, baik pada tingkat nasional maupun global.

Melalui kerja sama ini, BPOM dan Universitas Jember berkomitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi penguatan pengujian dan pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Selain memperkuat ketersediaan bahan baku pembanding, kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas riset, kompetensi sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung pengawasan berbasis risiko dan berbasis bukti ilmiah. (P3OMN-Farida, Saras/HM-Herma)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana