Beijing, Tiongkok – Kepala BPOM Taruna Ikrar bersama delegasi BPOM melakukan pertemuan dengan Commissioner of the National Medical Products Administration (NMPA) Republik Rakyat Tiongkok, Li Li, di Beijing pada Selasa (11/11/2025). Pertemuan ini menjadi agenda terakhir dari rangkaian kunjungan delegasi BPOM ke Tiongkok dalam rangka memperkuat kerja sama bilateral dalam penguatan regulatori untuk produk kesehatan.
Kehadiran delegasi BPOM diterima langsung oleh NMPA Commissioner Li Li beserta jajaran, serta dihadiri pula oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing. Momentum ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI ke RRT pada September lalu. Poin yang menjadi fokus diskusi yaitu peningkatan investasi di bidang industri farmasi di kedua negara, penguatan hubungan government-to-government (G to G) dan business-to-business (B to B), serta pengembangan kerja sama di bidang pengobatan tradisional dan penerapan kolaborasi berbasis konsep academia–business–government (ABG).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama strategis dalam ilmu regulatori, inovasi, serta pengawasan obat, vaksin, dan produk kesehatan. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan komitmen untuk memperpanjang dan memperluas cakupan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara BPOM dengan NMPA agar kerja sama kedua lembaga semakin berdampak luas bagi masyarakat di kedua negara dan kawasan Asia.
Taruna juga menyoroti pentingnya kerja sama dalam penyediaan produk kesehatan yang aman, berkualitas, dan inovatif. Ia menyampaikan ketertarikan untuk BPOM dapat mempelajari penerapan sistem digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang digunakan NMPA dalam proses inspeksi, farmakovigilans, dan traceability. NMPA diketahui telah menerapkan format electronic common technical document (eCTD) dalam registrasi produk sesuai standar internasional.
Sementara itu, Commissioner NMPA Li Li menyampaikan dukungan atas penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya antara BPOM dan NMPA. “Kami sangat mengapresiasi komitmen BPOM dalam mempercepat proses registrasi bagi industri Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia. NMPA mendukung penguatan hubungan bilateral dan siap memperluas kerja sama di bidang inovasi, pengawasan, dan regulasi produk kesehatan,” ujar Li Li.
Sebagai tindak lanjut konkret, kedua lembaga sepakat menjajaki pembentukan joint technical working group dan pengembangan confidentiality commitment untuk mendukung pertukaran data, harmonisasi regulasi, serta percepatan akses terhadap produk kesehatan yang aman dan inovatif. BPOM berharap pertemuan ini dapat menjadi fondasi dari kolaborasi regulatori yang lebih kuat antara Indonesia dengan Tiongkok.
“Melalui kolaborasi yang lebih erat, Indonesia dan Tiongkok dapat bersama memastikan ketersediaan produk kesehatan yang aman, berkualitas, dan inovatif bagi masyarakat,” ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar mengakhiri pertemuan. (HM-Zein)
Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
