BPOM dan Universitas Hasanuddin Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Obat Bahan Alam

06-03-2026 Kerjasama dan Humas Dilihat 253 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Makassar - BPOM memperkuat kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam pengembangan riset serta hilirisasi inovasi di bidang obat dan makanan. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi Kepala BPOM bersama pimpinan Unhas yang berlangsung di Kampus Unhas, Makassar, Kamis (5/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi kepada Rektor Unhas Jamaluddin Jompa atas undangan dan kesempatan untuk berdiskusi mengenai penguatan kerja sama di bidang riset dan inovasi. Sebagai alumni dari “Kampus Merah”, Taruna juga menyampaikan kedekatan emosionalnya dengan Unhas. 

“Saya lahir dari rahim Unhas. Unhas adalah ibu kandung saya,” ujar Taruna Ikrar.

Pertemuan kedua pimpinan selanjutnya membahas berbagai peluang kerja sama strategis, termasuk penguatan riset obat bahan alam, pengembangan fasilitas penelitian, serta peningkatan kapasitas riset klinis di lingkungan universitas. Bersamaan dengan rangkaian kunjungan tersebut, Kepala BPOM turut meresmikan Clinical Research Unit (CRU) Rumah Sakit Unhas serta menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Unhas dengan PT Nose Herbal Indo, yang ditandatangani oleh Rektor Unhas dan Director of PT Nose Herbal Indo Kim Ho, terkait transfer teknologi penyediaan air minum yang lebih sehat melalui pengaturan derajat keasaman (pH).

Rektor Unhas menyampaikan bahwa CRU akan dimanfaatkan bersama oleh berbagai fakultas terkait. “Fasilitas ini akan beroperasi secara penuh di bawah koordinasi rumah sakit dan dimanfaatkan bersama oleh fakultas-fakultas terkait. Kehadiran CRU diharapkan dapat mendukung pengembangan riset klinis yang lebih terintegrasi,” jelas Jamaluddin Jompa. 

Kepala BPOM menyampaikan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam mendukung pengembangan inovasi di bidang obat dan makanan. Melalui kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah, hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan hingga tahap hilirisasi sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kemitraan ini dilaksanakan sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kita bisa bersaing. Kan, kualitas sudah diakui. Mudah-mudahan Universitas Hasanuddin, terutama Rumah Sakit Unhas, dapat melahirkan produksi-produksi yang berkembang, obat yang bisa melayani masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas penelitian di perguruan tinggi, khususnya penelitian yang dapat berlanjut hingga tahap uji klinik dan menghasilkan produk inovasi yang siap dikembangkan secara lebih luas.

Kerja sama antara BPOM dan perguruan tinggi merupakan bagian dari pengembangan kolaborasi Academia-Business-Government (ABG) yang bertujuan menjembatani hasil riset akademik dengan kebutuhan industri. Hingga saat ini, BPOM telah menjalin kerja sama dengan sedikitnya 180 perguruan tinggi di Indonesia dalam mendukung pengembangan inovasi di bidang obat dan makanan.

Selain itu, BPOM dan Universitas Hasanuddin juga telah bekerja sama melalui program Sapa Kampus Berdampak yang melibatkan mahasiswa dalam edukasi keamanan pangan serta pendampingan usaha mikro kecil pangan olahan. Program tersebut telah dilaksanakan dalam delapan bets dengan melibatkan 62 mahasiswa dan 30 pelaku usaha pangan olahan. BPOM dan Unhas telah memiliki Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penyelenggaraan Program Aman Goes to Campus yg ditandatangani pada 2022 dan berlaku hingga 2027.

Melalui penguatan kolaborasi ini, BPOM berharap sinergi dengan Unhas dapat semakin mendorong pengembangan riset dan inovasi. Taruna Ikrar optimistis bahwa Unhas dapat terus membawa peningkatan kualitas riset dan inovasinya untuk mendukung hilirisasi produk obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berdaya saing di Indonesia. 

“Unhas bisa tonji (juga),” pungkas Taruna Ikrar. (HM-Laras/HM-Herma) 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana