Jakarta - BPOM menerima kunjungan delegasi World Federation of Chinese Medicine Societies (WFCMS) pada Rabu (21/10/2026) di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum untuk membahas penguatan kerja sama Indonesia–Tiongkok dalam pengembangan dan regulasi obat herbal tradisional, khususnya melalui pertukaran pengetahuan, penguatan standardisasi, serta penelitian berbasis bukti ilmiah.
Kunjungan tersebut membahas sejumlah aspek penting dalam pengembangan obat herbal tradisional, meliputi pengendalian mutu, evaluasi keamanan dan khasiat, pengembangan standar, serta peluang kolaborasi teknis di bidang regulasi dan penelitian ilmiah. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan obat bahan alam (OBA) yang memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing negara.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya belajar dan bertukar pengalaman dengan negara lain. “China adalah negara besar yang damai, dengan ekonomi kuat dan tradisi bersejarah. Negara besar ini memiliki ekonomi yang baik dan juga sangat kuat. Salah satu cara untuk belajar adalah dengan mempelajari dari orang-orang di sekitar kita,” ujarnya.
Delegasi WFCMS yang hadir dipimpin oleh Deputy Secretary-General Pan Ping, bersama perwakilan International Liaison Department. Kunjungan ini juga dihadiri perwakilan Perkumpulan Pengobat Tradisional Interkontinental Indonesia (PPTII), institusi pendidikan dan penelitian pengobatan tradisional Tiongkok, rumah sakit, serta pelaku industri farmasi dan kesehatan.
Dalam pengembangan obat bahan alam di Indonesia, BPOM terus mendorong pemenuhan persyaratan berbasis bukti ilmiah, mulai dari pengujian praklinik hingga uji klinik sesuai kebutuhan pembuktian keamanan dan khasiat produk. Upaya tersebut didukung melalui pendampingan riset dan inovasi, peningkatan kompetensi pelaku usaha, serta fasilitasi konsultasi untuk membantu peneliti dan industri memenuhi persyaratan regulasi.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui program PEDULI RISET yang mendampingi pengembangan riset OBA dan suplemen kesehatan. BPOM juga mengembangkan fitur BRIDGE, akronim dari Bersinergi dalam Riset Inovatif berDaya saing Global dan Ekspansi Pasar, sebagai platform yang mempertemukan hasil riset perguruan tinggi dan lembaga penelitian dengan mitra industri untuk mendorong hilirisasi dan komersialisasi inovasi.
Dalam keterangannya, Deputy Secretary-General WFCMS Pan Ping menyampaikan komitmennya dalam mendukung penguatan kerja sama antara kedua negara. “Kami berkomitmen untuk mempromosikan kesehatan dan keselamatan di lingkungan kerja, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas,” tuturnya.
Pertukaran pengalaman dengan WFCMS berpotensi memperkuat pengembangan standardisasi bahan baku herbal, metode pengujian mutu, serta evaluasi keamanan dan khasiat produk. Kolaborasi juga dapat diarahkan pada penelitian bersama, pertukaran keahlian teknis, lokakarya ilmiah, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Penguatan kerja sama tersebut tetap perlu berlandaskan pada standar dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian, pengembangan obat herbal tradisional dapat didukung oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan kolaborasi internasional, sekaligus memastikan bahwa aspek keamanan, khasiat, dan mutu menjadi prioritas dalam perlindungan masyarakat. (HM-Zidane/HM-Herma)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
